Internasional
Nasyid Alafasy Bernada Anti-Iran Picu Solidaritas terhadap Iran

Ahlulbait Indonesia | 22 April 2026 — Nasyid bernada anti-Iran yang dibawakan qari Kuwait, Mishary Rashid Alafasy, viral dan memicu polarisasi global. Alih-alih memperkuat sentimen anti-Iran, respons publik justru menunjukkan dukungan menguat terhadap Iran serta kritik meluas kepada Alafasy. Kontroversi ini semakin tajam karena rekam jejak pernyataan politik Alafasy sebelumnya, termasuk unggahan tentang konflik Iran dengan negara-negara Teluk yang pernah menuai respons keras.
Menurut laporan Fars News Agency pada Rabu (22/4/2026), karya audio yang dikaitkan dengan Alafasy itu menuai respons tajam dari kalangan seniman, aktivis budaya, tokoh agama, hingga pengguna media sosial di berbagai negara.
Sejumlah komentar di platform X menyebut karya tersebut sebagai bagian dari narasi politik yang selaras dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Di sisi lain, reaksi publik berkembang melampaui konteks awal. Alih-alih memicu sentimen anti-Iran secara luas, sebagian pengguna justru mengekspresikan dukungan terhadap posisi Iran dalam dinamika geopolitik kawasan. Respons ini datang dari berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah, Afrika Utara, Asia, hingga Eropa.
Beberapa figur publik dan kreator konten juga merespons dengan karya tandingan, mulai dari musik hingga ilustrasi visual, yang mengkritik pesan dalam nasyid tersebut. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana produksi budaya dapat dengan cepat berubah menjadi arena kontestasi narasi politik.
Pengamat media menilai kasus ini mencerminkan dinamika baru dalam komunikasi global, di mana satu konten dapat memicu efek berantai lintas negara dan memperkuat polarisasi opini publik. Pada saat yang sama, kontroversi tersebut turut memperluas eksposur isu-isu terkait Iran di ruang publik internasional.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Alafasy terkait polemik tersebut. Namun, perdebatan yang muncul menunjukkan bahwa interseksi antara agama, budaya populer, dan geopolitik semakin sensitif serta berpotensi memicu resonansi global dalam waktu singkat. []

