Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

F-35 AS Pancarkan Sinyal Darurat 7700 di Selat Hormuz, Tiga Insiden dalam Sepekan Guncang Kawasan

Published

on

Tiga insiden darurat dalam sepekan di Teluk Oman. F-35 AS terbaru kirim kode 7700. (Dok. Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia, 11 Mei 2026 — Sebuah pesawat tempur F-35 Lightning II milik Angkatan Udara AS mengaktifkan kode darurat 7700 saat melintasi Selat Hormuz di Teluk Oman pada Minggu, 10 Mei 2026. Tasnim News Agency melaporkan pesawat siluman itu berbelok menuju Uni Emirat Arab dan kehilangan ketinggian. Insiden ini menjadi yang ketiga dalam sepekan setelah dua pesawat tanker AS mengirim sinyal serupa di kawasan yang sama.

Kode 7700 dalam dunia penerbangan merupakan sinyal bahaya umum yang digunakan pilot untuk meminta bantuan segera ketika menghadapi kondisi kritis di udara. Sinyal ini biasanya dikirim dalam keadaan darurat teknis, gangguan sistem penerbangan, maupun ancaman operasional.

Farsnews Agency pada Senin melaporkan, berdasarkan data pelacakan penerbangan dari sejumlah laporan regional, pesawat F-35 tersebut sempat melintas di kawasan strategis dekat Selat Hormuz sebelum mengubah jalur penerbangan secara mendadak. Lokasi itu dikenal sebagai salah satu titik paling sensitif dalam lalu lintas militer dan energi global.

Sejumlah sumber menyebut adanya indikasi gangguan operasional serius yang memicu pengiriman kode darurat. Namun belum ada konfirmasi independen mengenai dugaan keterlibatan situasi tempur atau serangan di wilayah tersebut.

Belum diketahui apakah pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat.

Insiden ini menambah rangkaian keadaan darurat yang dialami pesawat militer Amerika Serikat di sekitar Teluk dan Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Pada 5 Mei 2026, dua pesawat tanker militer AS, yakni KC-135R Stratotanker dan Boeing KC-46 Pegasus, juga dilaporkan mengirim kode transponder 7700 saat berada di kawasan yang sama.

Kedua pesawat tersebut mengalami keadaan darurat di udara sebelum hilang dari radar pemantauan sipil. Boeing KC-46 Pegasus mengirim sinyal bahaya ketika melintasi wilayah udara Arab Saudi dalam perjalanan kembali menuju Tel Aviv, Israel.

Tiga insiden darurat dalam sepekan di titik panas yang sama menjadi rekor yang tidak biasa. Analis pertahanan menanti apakah ini hanya gangguan teknis beruntun atau ada pola yang lebih sistematis. []