Internasional
Pezeshkian Puji Kesederhanaan dan Ketulusan Ayatullah Mojtaba Khamenei

Ahlulbait Indonesia, 8 Mei 2026 — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memuji sikap rendah hati dan ketulusan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, dalam pertemuan langsung pertama mereka sejak Ayatullah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin baru Republik Islam Iran.
Dalam kunjungannya ke Kementerian Industri, Pertambangan, dan Perdagangan pada Rabu (6/5/2026), sebagaimana dilaporkan Press TV, Pezeshkian menggambarkan pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban selama hampir dua setengah jam.
Menurut Presiden Iran, hal paling menonjol dari pertemuan itu bukan hanya substansi pembicaraan, melainkan cara Ayatullah Mojtaba Khamenei membangun komunikasi dengan penuh kesederhanaan, ketulusan, dan penghormatan terhadap lawan bicara.
Pezeshkian mengatakan pendekatan tersebut menciptakan suasana dialog yang dilandasi rasa percaya, ketenangan, empati, dan keterbukaan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat solidaritas, kepercayaan, serta empati di seluruh struktur administrasi pemerintahan Iran.
Menurutnya, ketika pemimpin tertinggi negara menunjukkan karakter etis, rendah hati, dan dekat dengan rakyat dalam berinteraksi dengan para pejabat, maka sikap tersebut secara alami akan menjadi teladan bagi sistem pemerintahan nasional.
Pezeshkian menambahkan bahwa model kepemimpinan seperti itu dibangun di atas rasa tanggung jawab, kedekatan dengan masyarakat, serta kesediaan mendengarkan persoalan rakyat secara langsung. Ia menyebut Ayatullah Mojtaba Khamenei hadir dalam pertemuan dengan semangat kesahajaan dan penghormatan yang sama seperti yang diwariskan oleh ayahnya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Ayatullah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Revolusi Islam Iran setelah syahidnya Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan yang menurut Iran dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut memicu eskalasi konflik selama 41 hari antara Iran di satu sisi dan Amerika Serikat serta Israel di sisi lain.
Dalam periode itu, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap target-target militer Amerika dan Israel hingga akhirnya kedua pihak mengumumkan gencatan senjata sepihak yang masih berlangsung sampai saat ini. []







