Internasional
Permukim Israel Bakar Rumah dan Kendaraan dalam Gelombang Serangan Baru di Tepi Barat

Ahlulbait Indonesia | 10 Mei 2026 — Permukim Israel kembali melancarkan serangkaian serangan di wilayah pendudukan Tepi Barat dengan membakar rumah dan kendaraan warga Palestina, menyerang seorang anak, serta memicu bentrokan di sejumlah kota dan desa. Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan rangkaian insiden itu terjadi sejak Jumat (8/5) hingga Sabtu (9/5).
Di desa Khirbet Shuweika, selatan Al-Khalil, seorang pria Palestina dan anaknya diserang menggunakan benda tajam oleh kelompok permukim Israel. Keduanya dilarikan ke rumah sakit akibat luka di bagian kepala.
Serangan lain terjadi di desa Al-Lubban Asharqiya, selatan Nablus. Permukim Israel membakar sebuah rumah warga hingga petugas Pertahanan Sipil Palestina turun tangan memadamkan api.
Di Abu Falah, timur laut Ramallah, kelompok permukim menyerbu pinggiran desa, membakar kendaraan milik warga, serta mencoret dinding rumah dengan slogan bernuansa rasis.
Ketegangan juga meningkat di desa Al-Asa’asa, Jenin. Militer Israel memaksa warga membongkar makam jenazah yang baru dimakamkan dengan alasan lokasi pemakaman terlalu dekat dengan permukiman ilegal Israel.
Di Beit Fajjar, selatan Bethlehem, seorang warga Palestina diserang dan telepon genggamnya dirampas oleh kelompok permukim Israel.
Sementara itu, warga Palestina yang sedang berkumpul di kawasan Burak Sulayman (Kolam Nabi Sulaiman), selatan Bethlehem, dipaksa meninggalkan lokasi setelah pasukan Israel menembakkan granat kejut ke arah mereka. Bulan Sabit Merah Palestina menangani dua korban akibat paparan gas air mata dan mengevakuasi lima orang lainnya dari lokasi kejadian.
Di kota Tuqu, tenggara Bethlehem, Wali Kota Taysir Abu Mufreh mengatakan pasukan Israel menembakkan gas air mata dan bom suara ke arah jamaah yang baru keluar dari masjid. Sejumlah warga bahkan dikunci di dalam area masjid selama operasi berlangsung.
Militer Israel juga menangkap empat warga Palestina di Battir, barat Bethlehem, saat mereka berada di dekat jalur kereta api. Sehari kemudian, tiga warga Palestina lainnya ditangkap dalam penggerebekan di Kota Nablus.
Bentrokan pecah di Silwad, timur laut Ramallah, ketika warga Palestina berusaha menghadang serangan kelompok permukim Israel yang memasuki wilayah kota tersebut.
Kelompok hak asasi manusia menilai otoritas Israel membiarkan aksi kekerasan para permukim berlangsung tanpa hukuman. Pada Februari lalu, Israel menyetujui rencana pengambilalihan wilayah luas di Tepi Barat sebagai “tanah negara”, sementara lebih dari 700 ribu warga Israel kini tinggal di permukiman ilegal di wilayah pendudukan tersebut.
Gelombang kekerasan terbaru terjadi di tengah operasi militer Israel yang terus berlangsung di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Berdasarkan data resmi Palestina, sedikitnya 1.155 warga Palestina tewas, sekitar 11.750 lainnya terluka, dan hampir 22 ribu orang ditangkap atau diculik dalam operasi militer dan serangan permukim Israel di wilayah itu. []







