Internasional
Biaya Hidup Kian Meningkat, Prospek Ekonomi Rumah Tangga AS Kian Suram

Media ABI, 25 Oktober 2026 – Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Oktober masih bertahan di dekat level terendah sepanjang sejarah survei. Kenaikan harga bensin, biaya perumahan, serta kekhawatiran terhadap daya beli semakin memperburuk persepsi masyarakat terhadap kondisi dan prospek ekonomi.
Baca juga: Menlu AS Ajak Warga Kuba Bekerja Sama dengan CIA
Menurut laporan Kantor Berita Mehr pada Sabtu (24/10/2026), indeks kepercayaan konsumen AS pada Oktober tercatat 48 poin, sedikit lebih rendah dibandingkan 48,1 poin pada September. Berdasarkan survei Universitas Michigan yang dirilis pada Jumat, angka tersebut merupakan level terendah kedua dalam 74 tahun sejarah survei.
Pesimisme rumah tangga terutama dipicu oleh kenaikan biaya hidup. Harga bensin meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menambah tekanan terhadap anggaran keluarga. Kenaikan harga pangan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya juga memperbesar kekhawatiran mengenai kemampuan konsumen memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Data survei menunjukkan, proporsi responden yang secara spontan menyebut dampak tingginya harga terhadap keuangan pribadi meningkat selama empat bulan berturut-turut hingga Oktober. Persentasenya naik dari 45 persen pada Januari menjadi 56 persen.
Baca juga: Demokrat DPR AS Buru Saksi Pelapor untuk Selidiki Menteri Perang Trump
Sebagaimana dilaporkan Associated Press, prospek inflasi juga masih mengkhawatirkan. Inflasi tahunan AS pada September meningkat menjadi 3,7 persen, sementara ekspektasi inflasi konsumen untuk satu tahun ke depan turut naik. Kenaikan harga energi berpotensi merambat ke berbagai sektor melalui biaya transportasi dan produksi, sehingga mempersulit upaya menekan inflasi.
Sektor perumahan juga masih terbebani tingginya suku bunga. Rata-rata suku bunga hipotek tetap bertenor 30 tahun mencapai 7,32 persen, naik dari 6,19 persen pada periode yang sama tahun lalu. Tingginya biaya pembiayaan membuat pembelian rumah maupun kendaraan semakin sulit dijangkau oleh banyak rumah tangga.
Data Oktober tersebut memperlihatkan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi dan biaya hidup masih mendominasi persepsi konsumen. Meski penurunan kepercayaan konsumen tidak serta-merta menandakan ekonomi memasuki resesi, tekanan yang berkepanjangan dapat memengaruhi keputusan rumah tangga untuk membeli barang tahan lama, rumah, dan melakukan pengeluaran besar lainnya. []
Baca juga: Permintaan Al-Sisi Kerahkan Pasukan ke Yaman Picu Penolakan Luas di Parlemen Mesir

