Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Silaturahmi ABI di Yogyakarta, DPW DIY Pandu Kunjungan ke Para Tokoh

Published

on

Rombongan Ahlulbait Indonesia (ABI) bersilaturahmi dengan Muhammad Bafaqih di Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan menyatukan langkah ke depan. (Dok. ABI)

Yogyakarta, 25 April 2026 — Ahlulbait Indonesia (ABI) memulai rangkaian kegiatannya di Yogyakarta dengan menghadiri tahlil tujuh hari almarhum Ustadz Safwan pada Kamis malam (23/4). Suasana takziah berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Selepas kegiatan tersebut, rombongan beristirahat di penginapan. Keesokan harinya, Jumat (24/4), agenda berlanjut dengan safari silaturahmi yang didampingi pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ABI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam rangkaian inilah, kunjungan tidak hanya dimaksudkan untuk mempererat hubungan internal, tetapi juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai berbagai hal, mulai dari dakwah hingga perkembangan komunitas Ahlul Bait secara lebih luas.

Rombongan dipimpin Ustadz Miqdad Turkan anggota Dewan Syura ABI, didampingi Ketua Humas, Media, dan Penerangan (HMP) DPP Muhlisin Turkan, bersama perwakilan HMP DPD ABI Jepara, Moh Ali dan Ridho Syahab. Sejak tiba di Yogyakarta, rombongan disambut jajaran DPW setempat, terutama Abdul Ghofar, dengan Sayyid Hassan Al-Edrus yang kemudian mendampingi seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Dengan pendampingan tersebut, kunjungan pertama pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB diarahkan ke kediaman Habib Zainal Abidin Baabud, sebagai Bendahara ABI DIY. Meski dalam kondisi kurang sehat, tuan rumah tetap menerima rombongan dengan hangat. Pembicaraan berlangsung santai namun tetap berbobot, menyentuh pentingnya menjaga kebersamaan di internal ABI serta peran para tokoh di Yogyakarta.

Dari pertemuan itu, agenda berlanjut pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB ke kediaman Habib Muhammad Bafaqih. Sebelum berbincang lebih jauh, rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam Habib Ahmad ‘Tempel’ bin Ali Bafaqih atas izin keluarga, sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengantar suasana pertemuan.

Usai ziarah, obrolan berkembang lebih luas dan mendalam. Selama hampir dua jam, pembahasan tidak hanya berkisar pada urusan internal, tetapi juga menyentuh penguatan dakwah Ahlul Bait, pengembangan ekonomi umat, hingga situasi politik dan perkembangan di kawasan Timur Tengah. Suasana tetap santai, namun arah pembicaraan jelas dan terjaga.

Dari keseluruhan rangkaian tersebut, terlihat bahwa penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui forum resmi. Pertemuan langsung dengan para tokoh justru menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan sekaligus memperkuat langkah ke depan.

Atas terselenggaranya agenda ini, apresiasi disampaikan kepada jajaran pengurus DPW ABI Yogyakarta yang memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan, yakni Sayyid Mudrick Jamalulail sebagai Ketua DPW, Sayyid Hassan Al-Edrus sebagai Ketua HMP, DR Hery dosen UMY, Abdul Ghofar dari Departemen Pemberdayaan Ekonomi, serta Febri Ari Wahyudi dari HMP.

Di akhir rangkaian, tidak ada pernyataan besar yang diumumkan. Yang tersisa justru hal-hal sederhana. Obrolan yang jernih, jabat tangan yang erat, dan kesepahaman yang tumbuh perlahan. Dari ruang-ruang seperti inilah arah gerakan dijaga, tenang, tidak tergesa, tetapi tetap berjalan. Yogyakarta seakan mengingatkan, kerja yang konsisten, meski tanpa sorotan, sering kali justru yang paling bertahan lama. []