Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Pandu ABI, Gusdurian, dan Aktivis Ahmadiyah Bangun Dialog Lintas Komunitas di Samarinda

Published

on

SAMARINDA, 10 Agustus 2026 – Perbedaan keyakinan dan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang bagi Pandu Ahlulbait Indonesia (ABI) Kalimantan Timur, Gusdurian Samarinda, dan aktivis Ahmadiyah untuk membangun ruang dialog dan mempererat persaudaraan.

Silaturahmi lintas komunitas itu berlangsung di Cafe Fren.Co, Jalan Siradj Salman, Samarinda, Sabtu (8/8/2026), sebagai upaya memperkuat komunikasi serta membangun saling pengertian di tengah keberagaman.

Pertemuan tersebut dihadiri Koordinator Gusdurian Samarinda Surya bersama tiga anggota, aktivis Ahmadiyah Samarinda Abbas, serta Ketua Pimpinan Wilayah (Pimwil) Pandu ABI Kalimantan Timur Rizky Saputra. Hadir pula Muhammad dari Divisi Humas, serta Ibrahim dan Jawad dari Divisi Pemuda dan Mahasiswa Pandu ABI Kaltim.

Dalam suasana yang berlangsung hangat, masing-masing komunitas saling berbagi pengalaman mengenai sejarah organisasi, aktivitas yang dijalankan, hingga tantangan yang dihadapi dalam berinteraksi dengan masyarakat. Salah satu topik yang turut dibahas ialah pengalaman terkait legal standing organisasi, khususnya yang dialami komunitas Syiah dan Ahmadiyah.

Ketua Pimwil Pandu ABI Kalimantan Timur Rizky Saputra mengatakan, perjumpaan secara langsung menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman sekaligus mengurangi prasangka yang kerap muncul akibat minimnya komunikasi.

“Perbedaan seharusnya tidak membuat kita berhenti berkomunikasi. Melalui dialog, kita bisa saling mengenal dan memahami latar belakang masing-masing,” ujar Rizky.

Menurut Rizky, dialog yang terbuka dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarkomunitas sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut juga sejalan dengan pesan Imam Ali bin Abi Thalib dalam Nahj al-Balagha, Surat 53, yang menyatakan, “Manusia itu ada dua: saudaramu dalam iman atau sesamamu dalam penciptaan.”

Pada kesempatan yang sama, Gusdurian Samarinda menyampaikan undangan kepada para peserta untuk menghadiri peringatan Hari Lahir Gus Dur yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Samarinda. Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Silaturahmi ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi dan membuka peluang kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu ikhtiar memperkuat hubungan antarkomunitas melalui dialog, sehingga perbedaan dapat menjadi titik temu untuk membangun kebersamaan dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Continue Reading