Daerah
DPW ABI DKI Jakarta Gelar Pelatihan Kepemimpinan, Tekankan Jabatan sebagai Amanah

JAKARTA, 7 September 2026 — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) DKI Jakarta menggelar Forum Pelatihan Kepemimpinan Organisasi untuk memperkuat kapasitas pengurus sekaligus mendorong pola kepemimpinan yang mampu menggerakkan organisasi berbasis kerelawanan.
Forum bertema “Kepemimpinan sebagai Amanah: Memimpin, Menggerakkan, dan Berkhidmat” itu digelar Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) DPW ABI DKI Jakarta di Aula Imam Khomeini Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan yang berasal dari unsur DPW ABI DKI Jakarta, DPD ABI di wilayah DKI Jakarta, Muslimah ABI DKI Jakarta, Pandu ABI DKI Jakarta, serta kader yang dipersiapkan menjadi calon pengurus.
Ketua Panitia, Syafri Ihsan, mengatakan forum tersebut digagas untuk merespons berbagai persoalan yang dihadapi pengurus, terutama dalam organisasi yang mengandalkan partisipasi sukarela.
“Mulai dari tingkat keaktifan pengurus yang beragam, keterbatasan sumber daya, koordinasi yang belum optimal, hingga sulitnya menjaga komitmen di organisasi yang basisnya adalah kerelawanan,” kata Syafri dalam sambutannya.
Menurutnya, forum tidak dirancang sebagai kegiatan satu arah. Peserta diajak bertukar pengalaman dan mencari solusi melalui pemaparan materi, tanya jawab, diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), hingga penyusunan rekomendasi bersama.
Syafri mengatakan tema kepemimpinan dalam forum tersebut dibangun melalui tiga aspek, yakni kemampuan memimpin, menggerakkan anggota, dan berkhidmat.
“Memimpin itu soal membangun karakter dan kemampuan menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif. Menggerakkan itu soal bagaimana komunikasi, keteladanan dan kepercayaan bisa membangun partisipasi,” ujarnya.

Ketua DPW ABI DKI Jakarta Anis Muhamad
Sementara itu, Ketua DPW ABI DKI Jakarta Anis Muhamad menekankan bahwa keberlangsungan organisasi tidak hanya bergantung pada struktur dan program, tetapi juga kualitas kepemimpinan para pengurus.
Menurut Anis, tantangan tersebut semakin penting bagi organisasi yang dibangun atas dasar kerelawanan. Pengurus, kata dia, memberikan waktu, tenaga, dan pikiran bukan karena hubungan pekerjaan, melainkan sebagai bentuk pengabdian terhadap nilai yang diyakini.
“Karena itu, kepemimpinan di ABI tidak bisa hanya mengandalkan kewenangan formal. Ia harus bertumpu pada keteladanan, kepercayaan dan pengaruh yang menggerakkan,” kata Anis saat membuka forum.
Ia juga mengingatkan bahwa posisi kepengurusan seharusnya dipandang sebagai sarana pengabdian, bukan tujuan untuk memperoleh kepentingan pribadi.
“Menjadi pengurus ABI adalah bagian dari upaya meneruskan amanah. Jabatan adalah sarana pengabdian, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ketua Departemen PSDM DPP ABI Fahmi Shahab
Forum kemudian memasuki tiga sesi utama. Sesi pertama membahas Peran Komunikasi dalam Organisasi yang disampaikan Ketua Departemen PSDM DPP ABI Fahmi Shahab. Materi menyoroti pentingnya kemampuan pemimpin dalam mendengar anggota, membangun kepercayaan, mengelola perbedaan pendapat, serta menyelesaikan konflik.

Dr. Mortaza Syafinuddin
Sesi kedua membahas Kepemimpinan dalam Organisasi yang disampaikan Dr. Mortaza Syafinuddin. Pembahasan diarahkan pada karakter kepemimpinan dalam organisasi berbasis relawan, termasuk cara membangun komitmen dan partisipasi anggota serta menghadapi tantangan kepemimpinan di tingkat wilayah dan daerah.
Adapun sesi ketiga mengangkat tema Kepemimpinan, Otoritas Keagamaan dan Khidmat yang disampaikan Dr. Muhsin Labib. Sesi tersebut membahas makna berhimpun dalam organisasi keagamaan, hubungan kepemimpinan organisasi dengan otoritas keagamaan sebagai rujukan nilai, serta posisi jabatan sebagai sarana pengabdian.

Dr. Muhsin Labib
Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga terlibat dalam diskusi kelompok pada setiap sesi. Mereka mengidentifikasi berbagai tantangan kepemimpinan, mengevaluasi komunikasi organisasi, serta mendiskusikan bagaimana nilai khidmat dapat diterapkan dalam praktik kepengurusan.
Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dan dibahas lintas kelompok sebelum dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi bersama. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pijakan tindak lanjut untuk memperkuat kepengurusan ABI di wilayah DKI Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB itu ditutup dengan doa dan foto bersama.

