Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

ABI Pekalongan dan Yayasan Tarbiyatuddunya Jajaki Kerja Sama Penanganan Sampah Kota

Published

on

DPD ABI Kota Pekalongan menerima kunjungan silaturahmi Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh di Sekretariat DPD ABI Pekalongan, Senin (18/5/2026), untuk membahas peluang kerja sama sosial dan penanganan persoalan sampah kota. (Dok. ABI)

Pekalongan, 19 Mei 2026 — Tidak semua silaturahmi berhenti sebagai pertemuan seremonial. Suasana itulah yang tampak dalam kunjungan Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh ke Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kota Pekalongan pada Senin malam (18/5/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut berkembang menjadi dialog mengenai persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat Kota Pekalongan.

Baca juga: ABI Pekalongan Terima Kunjungan Mahasiswa UIN Walisongo, Bahas Polarisasi Keagamaan

Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh hadir melalui tiga perwakilannya, yakni H. Ircham selaku salah satu pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina, Wawan Wahyudi, S.Si. sebagai Sekretaris, serta H. Haidar. Selama ini yayasan tersebut aktif bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, termasuk menyelenggarakan berbagai kegiatan bakti sosial lintas agama di sejumlah wilayah.

Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh hadir melalui tiga perwakilannya, yakni H. Ircham selaku salah satu pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina, Wawan Wahyudi, S.Si. sebagai Sekretaris, serta H. Haidar.

Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh hadir melalui tiga perwakilan, H. Ircham spendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina, Wawan Wahyudi, S.Si. sebagai Sekretaris, serta H. Haidar. (Dok. ABI)

Sejak awal, pertemuan berlangsung cair dan jauh dari kesan formal. Pembahasan berkembang dari penguatan silaturahmi menuju kemungkinan kerja bersama yang lebih konkret dan berjangka panjang.

H. Ircham menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat ukhuwah sekaligus membuka ruang sinergi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, organisasi keagamaan dan lembaga sosial tidak cukup hadir sebagai simbol moral, tetapi juga perlu terlibat langsung dalam menjawab persoalan publik.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pembahasan malam itu ialah persoalan sampah di Kota Pekalongan. Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan lingkungan perkotaan, Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh menyatakan kesiapan untuk turut terlibat dalam pengelolaan sistem pembuangan sampah yang saat ini tengah dibangun dan direncanakan segera beroperasi dalam waktu dekat.

Baca juga: DPD ABI Pekalongan Hadiri Sarasehan Internasional Bertema Dialog Kebangsaan

Bagi kedua pihak, persoalan sampah bukan hanya urusan teknis pengelolaan lingkungan, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat, budaya kolektif, dan tanggung jawab sosial bersama.

Ketua DPD ABI Kota Pekalongan, Sayyid Husein Muhammad Alatas, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi sosial perlu diarahkan pada kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kerja sama dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan lingkungan merupakan langkah konkret untuk memperkuat persaudaraan serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua DPD ABI Kota Pekalongan, Muhammad Sofie Alatas. Ia menilai bahwa kegiatan sosial lintas organisasi dan lintas agama memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan sosial, kita tidak hanya fokus pada perbedaan, tetapi juga bersama-sama menghadapi persoalan yang sama, seperti ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Inisiatif seperti ini dapat menjadi perekat persatuan dan solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: DPD ABI Kota Pekalongan Jalin Silaturahmi dengan PDM Muhammadiyah Kota Pekalongan

Di tengah ruang publik yang kerap dipenuhi polarisasi sosial, pertemuan semacam ini menunjukkan bahwa kerja bersama tetap mungkin dibangun melalui kepedulian terhadap persoalan sehari-hari masyarakat.

Silaturahmi tersebut pada akhirnya berkembang menjadi ruang dialog tentang pentingnya membangun kepercayaan, membuka kerja kolektif lintas komunitas, serta menghadirkan kolaborasi yang memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Dari ruang sederhana di sekretariat organisasi itu, percakapan tentang persaudaraan bergerak ke isu yang lebih nyata: lingkungan, tanggung jawab sosial, dan upaya menjaga kota tetap layak bagi kehidupan bersama. []

Baca juga: DPD ABI Kota Pekalongan Dirikan “Dapur Peduli” untuk Korban Banjir