Ikuti Kami Di Medsos

Video

Pidato Wakil Ketua Umum ABI Ustadz Ahmad Hidayat tentang Idul Adha

Published

on

Jakarta, 27 Mei 2026 — Idul Adha bukan sekadar penyembelihan hewan kurban atau ritual tahunan yang berulang setiap tahun. Di balik ibadah haji, wukuf di Arafah, dan seruan Labbaik Allahumma Labbaik, terkandung pesan besar tentang tauhid, pengorbanan, solidaritas sosial, keadilan, dan persatuan umat manusia.

Simak juga: Pidato Ketum ABI, Ustadz Zahir Yahya tentang Idul Fitri 1447 H

Dalam pidatonya, Wakil Ketua Umum Ahlulbait Indonesia (ABI), Ustadz Ahmad Hidayat, mengajak umat Islam untuk memahami makna Idul Adha secara lebih mendalam. Menurutnya, ibadah tidak hanya membangun hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga menuntut tanggung jawab sosial untuk membela kaum tertindas, menolak segala bentuk hegemoni dan kezaliman, serta memperkuat persatuan umat.

Di tengah berbagai konflik global, penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza, serta tantangan perpecahan yang dihadapi dunia Islam, pesan Idul Adha menjadi semakin relevan. Semangat pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. mengingatkan umat bahwa persatuan, kepedulian, dan keberpihakan kepada keadilan merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam.

Simak juga: Pidato Dewan Syura ABI | Kelahiran Imam Ali: Ilmu, Amanah dan Keadilan

Melalui momentum Idul Adha, umat diajak untuk tidak hanya berkurban secara simbolik, tetapi juga mengorbankan ego, kepentingan sempit, dan berbagai faktor yang memecah belah persaudaraan. Dengan demikian, Idul Adha menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah, membangun solidaritas kemanusiaan, dan menghadirkan peradaban yang lebih adil dan bermartabat.

Dalam pidato ini dibahas:

  • Makna Idul Adha di balik ritual kurban.
  • Hubungan antara tauhid dan tanggung jawab sosial.
  • Haji sebagai simbol persatuan umat Islam.
  • Penolakan terhadap penindasan, hegemoni, dan ketidakadilan.
  • Solidaritas terhadap rakyat Palestina dan Gaza.
  • Pentingnya persatuan umat dalam perspektif Islam.

Mari jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat ketakwaan, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen terhadap keadilan serta kemanusiaan. []

Simak juga: Pidato Ustadz Miqdad Turkan: Imam Ja’far Shadiq Kunci Persatuan Umat Islam