Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

“Kematian Perlahan” Intai 1.500 Tahanan Palestina di Penjara Israel

Published

on

Data lembaga urusan tahanan Palestina menyebut lebih dari 9.300 warga Palestina ditahan di penjara dan fasilitas penahanan Israel.
Data lembaga urusan tahanan Palestina menyebut lebih dari 9.300 warga Palestina ditahan di penjara dan fasilitas penahanan Israel.

Media ABI, 20 Oktober 2026 – Lebih dari 1.500 tahanan Palestina yang menderita berbagai penyakit di penjara Israel dilaporkan mengalami kondisi kesehatan serius akibat dugaan pengabaian medis. Pusat Studi Tahanan Palestina memperingatkan bahwa keterlambatan pemeriksaan dan pengobatan yang tidak memadai memperburuk kondisi mereka serta mengancam keselamatan jiwa.

Dalam laporan Kantor Berita Mehrnews yang mengutip Quds Press pada Selasa (20/10/2026), lembaga tersebut menyebut puluhan tahanan mengidap penyakit berbahaya tanpa memperoleh perawatan medis yang layak. Menurut lembaga itu, pengabaian medis telah berlangsung sejak sistem penjara tersebut dibentuk dan meningkat tajam sejak Oktober 2023.

Baca juga: WFP Hentikan Bantuan Pangan bagi 500.000 Warga Palestina di Gaza

Kondisi penjara yang buruk, minimnya fasilitas kesehatan dan sanitasi, serta terbatasnya pemenuhan kebutuhan dasar dinilai memperbesar risiko penyebaran penyakit. Para tahanan yang sakit dilaporkan tidak memperoleh pengobatan memadai dan tidak dipindahkan ke rumah sakit di luar penjara untuk menjalani perawatan yang diperlukan.

Penyakit Serius Tanpa Perawatan Memadai

Menurut Pusat Studi Tahanan Palestina, ratusan tahanan mengidap penyakit serius, termasuk kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, aterosklerosis, diabetes, dan hipertensi. Sejumlah lainnya mengalami gangguan saraf dan psikologis, luka-luka, serta disabilitas, tetapi dilaporkan tidak menerima perawatan sesuai kebutuhan medis.

Lembaga tersebut juga menyoroti keterlambatan pemeriksaan dan pemberian obat. Kondisi yang semula ringan, menurut pernyataannya, dapat berkembang menjadi penyakit kronis yang lebih sulit ditangani akibat tertundanya diagnosis dan pengobatan.

Pembatasan makanan, malnutrisi, dan minimnya perlengkapan kebersihan turut disebut memperburuk kesehatan para tahanan. Kondisi tersebut dinilai mendorong penyebaran penyakit menular, termasuk skabies atau kudis.

Pusat Studi Tahanan Palestina menyebut pengabaian medis sebagai salah satu faktor utama kematian tahanan Palestina selama berada dalam penahanan Israel. Lembaga itu menyatakan bahwa sedikitnya 50 persen kematian tahanan yang tercatat sejak 1967 berkaitan dengan persoalan tersebut.

Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyebut total tahanan Palestina yang meninggal sejak 1967 mencapai 329 orang. Sebanyak 92 kematian dilaporkan terjadi sejak Oktober 2023. Pengabaian medis disebut sebagai faktor kedua setelah penyiksaan dalam kematian tahanan selama periode tersebut.

Angka-angka itu berasal dari pernyataan lembaga Palestina yang dikutip Mehr dan belum terverifikasi secara independen.

Baca juga: Pasukan Zionis Gerebek Al-Bireh, Tangkap Warga Palestina di Bethlehem

Desakan Penyelidikan Internasional

Pusat Studi Tahanan Palestina mendesak organisasi medis dan kemanusiaan internasional segera turun tangan untuk melindungi para tahanan. Lembaga tersebut meminta pengiriman tim medis ke penjara-penjara Israel guna memeriksa kondisi kesehatan tahanan serta menyelidiki kematian yang diduga berkaitan dengan pengabaian medis.

Lembaga itu menilai pengabaian layanan kesehatan secara sistematis sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hak-hak tahanan. Menurut pernyataannya, hak atas perawatan medis yang dijamin hukum humaniter internasional justru dijadikan sarana untuk menambah penderitaan fisik dan psikologis.

Pusat Studi Tahanan Palestina juga menyatakan bahwa praktik tersebut berpotensi melanggar Konvensi Jenewa IV, khususnya Pasal 32 dan 56. Lembaga itu meminta dugaan pengabaian medis turut diperiksa berdasarkan Konvensi Menentang Penyiksaan, terutama apabila ditemukan unsur kesengajaan dan pola tindakan terorganisasi.

Penetapan pelanggaran hukum internasional maupun tanggung jawab pidana tetap memerlukan pemeriksaan bukti dan fakta oleh otoritas yang berwenang.

Baca juga: Ratusan Warga Paris Gelar Aksi untuk Palestina di Tengah Serangan Baru di Gaza

Lebih dari 9.300 Warga Palestina Ditahan

Berdasarkan statistik lembaga urusan tahanan Palestina yang dikutip dalam laporan tersebut, Israel menahan lebih dari 9.300 warga Palestina di lebih dari 23 penjara, pusat penahanan, dan fasilitas interogasi.

Di antara mereka terdapat sekitar 87 perempuan dan hampir 380 anak. Ribuan warga Palestina lainnya juga dilaporkan berada dalam penahanan administratif, yakni penahanan berdasarkan perintah administratif tanpa dakwaan pidana atau persidangan dalam kerangka hukum yang diterapkan otoritas Israel.

Besarnya jumlah tahanan, disertai laporan mengenai penyakit serius dan terbatasnya akses terhadap pengobatan, menyoroti persoalan pemenuhan hak kesehatan di fasilitas penahanan Israel. Pusat Studi Tahanan Palestina mendesak lembaga internasional segera melakukan pemeriksaan, terutama terhadap tahanan yang membutuhkan penanganan medis mendesak. []

Baca juga: Aksi Merah di Jantung Tel Aviv, Hadash Protes Kejahatan Israel di Palestina