Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

DPD ABI Kota Semarang Ngaji Manifesto untuk Perkuat Visi dan Soliditas Kader

Published

on

Ketua Departemen Kaderisasi DPW ABI Jawa Tengah, Ustadz Muhammad Syuaib, memaparkan Manifesto ABI dalam kegiatan Ngaji Manifesto ABI di Yayasan Maal Haq, Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (10/5/2026). (Dok. ABI)

Semarang, 10 Mei 2026 — Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kota Semarang menggelar kegiatan “Ngaji Manifesto ABI” di Yayasan Maal Haq, Gayamsari, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini diikuti kader DPD ABI, Pengurus Pimpinan Cabang Muslimah ABI Semarang, serta simpatisan organisasi untuk memperkuat pemahaman ideologis dan menyamakan arah perjuangan organisasi.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan pemaparan materi oleh Ketua Departemen Kaderisasi DPW ABI Jawa Tengah, Ustadz Muhammad Syuaib. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan manifesto organisasi menjadi landasan berpikir dan bergerak bagi seluruh kader ABI.

“Manifesto ABI bukan hanya dokumen organisasi, tetapi pedoman dalam membangun kesadaran keislaman, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial di tengah dinamika zaman,” kata Ustadz Syuaib di hadapan peserta.

Ustadz Syuaib menjelaskan, “Ngaji Manifesto” merupakan program yang dicanangkan DPW ABI Jawa Tengah dan akan disosialisasikan secara bertahap ke setiap DPD di wilayah Jawa Tengah. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap arah gerak dan visi organisasi.

Dalam sosialisasi tersebut, terdapat empat pokok utama manifesto yang menjadi pembahasan kader.

Poin pertama menekankan nilai ketuhanan sebagai fondasi utama gerakan organisasi. ABI memandang hubungan manusia dengan Allah SWT sebagai dasar moral dan etika perjuangan.

Poin kedua membahas konsep keadilan ilahi yang menempatkan keadilan sosial, kemanusiaan, serta keberpihakan terhadap nilai kebenaran sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Selanjutnya, ABI menegaskan komitmen membangun harmonisasi antara Islam dan keindonesiaan. Organisasi menilai nilai-nilai Islam dan semangat kebangsaan dapat berjalan selaras dalam membangun peradaban yang berkeadaban.

Adapun poin keempat membahas respons terhadap isu global, mulai dari konflik kemanusiaan, krisis moral, ketimpangan sosial, hingga tantangan geopolitik dunia. ABI mendorong umat Islam memiliki sikap kritis, moderat, dan solutif dalam merespons perkembangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan.

Ketua DPD ABI Kota Semarang, Mochammad Billal, mengatakan sosialisasi manifesto menjadi langkah strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyamakan visi perjuangan kader di Semarang.

Melalui kegiatan tersebut, DPD ABI Kota Semarang berharap manifesto organisasi dapat dipahami secara utuh dan menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas dakwah, kaderisasi, serta pengabdian sosial di tengah masyarakat. []