Daerah
Festival KUNO-KINI 2026 Padati Simpang Lima Gumul, Ketua DPD ABI Kediri Tampilkan Antalogi Puisi Palestina

Kediri, 17 Mei 2026 — Festival “Kuno-Kini” kembali digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222. Festival yang mengangkat perpaduan budaya tempo dulu dan perkembangan zaman kini tersebut berlangsung mulai 14 hingga 24 Mei 2026 di kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Jawa Pos Radar Kediri bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa. Festival menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, perlombaan, hingga pameran bertema budaya klasik dan modern.
Ratusan stand pameran turut meramaikan festival dengan menampilkan karya seni budaya, produk UMKM, industri kreatif, media, hingga teknologi. Para peserta juga tampil mengenakan pakaian adat dan busana khas Kediri yang semakin menambah nuansa budaya dalam acara tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ribuan pengunjung memadati area festival setiap harinya, sehingga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan ekonomi lokal. Jumlah peserta pun terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 ini tercatat sekitar 500 pendaftar ikut ambil bagian dalam festival tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Kediri atas konsistensinya menyelenggarakan Festival Kuno-Kini selama tiga tahun berturut-turut. Festival dengan konsep yang selalu berkembang setiap tahunnya dinilai mampu menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ketua DPD ABI Kabupaten Kediri, Juwaini, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kebudayaan Kediri, turut berpartisipasi dalam festival tersebut dengan menghadirkan buku karya sastra antologi puisi untuk Palestina. Buku-buku yang dipamerkan berjudul “Duka Gaza Duka Kita”, “Sore-Sore Langit Biru Palestina”, dan “Merangkai Damai” yang ditulis oleh para penyair Nusantara.
Menurut Juwaini, festival ini memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan budaya lokal dengan perkembangan zaman modern.
“Festival ini menjadi ruang untuk menumbuhkembangkan budaya tempo dulu dan budaya kekinian agar tetap terhubung dengan sejarah serta warisan leluhur Kediri, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. []



