Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pandangan Ayatullah Nouri Hamedani Terhadap Ayatullah Mojtaba: Faqih Mendalam dan Visioner

Published

on

Ayatullah Nouri Hamedani dan Ayatullah Mujtaba Khamenei.

Ahlulbait Indonesia | 12 Mei 2026 — Kantor Ayatullah Udzma Hossein Nouri Hamedani mengungkap pandangan ulama senior Iran itu mengenai kapasitas ilmiah dan fikih Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Kantor Ayatullah Nouri Hamedani, Hujjatul Islam Mohammad Hossein Shams, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Fars, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Pezeshkian Puji Kesederhanaan dan Ketulusan Ayatullah Mojtaba Khamenei

Hossein Shams mengatakan hubungan antara Ayatullah Nouri Hamedani dan Ayatullah Mojtaba Khamenei telah terjalin sejak lama. Penilaian mengenai kapasitas ilmiah Ayatullah Mojtaba Khamenei kembali mencuat setelah tersebar kabar penghentian sementara pelajaran bahtsul kharij atau pengajian fikih tingkat tinggi yang diasuhnya beberapa tahun lalu.

Menurut Hossein Shams, Ayatullah Nouri Hamedani saat itu meminta penjelasan mengenai alasan penghentian kelas tersebut. Setelah dilakukan penelusuran, pihak kantor kemudian menyampaikan laporan lengkap kepada marja senior Iran tersebut.

“Beliau kemudian menanyakan apakah ada catatan pelajaran atau buku hasil pengajaran Ayatullah Mojtaba Khamenei yang telah diterbitkan,” kata Hossein Shams.

Baca juga: Pesan Ayatullah Mojtaba di Hari Buruh dan Guru: Kemajuan Negara Bertumpu pada Guru dan Pekerja

Setelah memperoleh sejumlah naskah dan catatan pelajaran fikih Ayatullah Mojtaba Khamenei, dokumen itu diserahkan kepada Ayatullah Nouri Hamedani untuk dipelajari lebih lanjut.

Hossein Shams menuturkan, setelah menelaah materi tersebut, Ayatullah Nouri Hamedani memberikan penilaian positif terhadap kedalaman keilmuan Ayatullah Mojtaba Khamenei.

“Beliau mengatakan, secara objektif Ayatullah Mojtaba Khamenei adalah seorang faqih yang mendalam, teliti, dan memiliki pandangan-pandang baru dalam kajian fikih,” ujar Hossein Shams mengutip pernyataan Ayatullah Nouri Hamedani.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik Iran terhadap posisi ilmiah, otoritas fikih, dan peran para marja serta ulama senior di negara itu.[]

Baca juga: Panggilan Telepon dan Potret Kesederhanaan di Lingkar Kekuasaan Ayatullah Mojtaba Khamenei