Internasional
Blokade AS Tak Mampu Hentikan Tanker Iran, Puluhan Kapal Tetap Berlayar

Pergerakan kapal tanker minyak Iran dilaporkan tetap berlangsung meski Amerika Serikat memberlakukan blokade laut di kawasan Teluk. Perusahaan analitik energi global Vortexa mencatat puluhan aktivitas kapal tanker yang terkait Iran masih keluar-masuk kawasan tersebut dalam beberapa hari setelah kebijakan itu diterapkan.
Dilansir Al-Mayadeen, Kamis (23/4), berdasarkan data pelacakan Vortexa, terdapat 34 pergerakan kapal tanker yang dikenai sanksi atau berafiliasi dengan Iran dalam sepekan setelah blokade diberlakukan. Rinciannya, sebanyak 19 kapal tercatat keluar dan 15 kapal masuk kawasan Teluk dalam periode 13 April hingga awal pekan ini.
Dari jumlah tersebut, enam kapal tanker yang berlayar keluar dipastikan mengangkut minyak mentah Iran dengan total sekitar 10,7 juta barel. Informasi itu disampaikan Vortexa dalam keterangannya kepada Associated Press.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 12 April mengumumkan pemberlakuan blokade laut terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar Selat Hormuz. Kebijakan tersebut semakin meningkatkan ketegangan di jalur energi vital dunia yang menjadi lintasan utama distribusi minyak global.
Namun demikian, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan aktivitas pelayaran Iran. Sejumlah kapal komersial Iran, termasuk yang mengangkut gas cair dan minyak mentah, dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz menuju berbagai tujuan, seperti China dan India.
Dalam perkembangan terpisah, militer Iran mengumumkan sebuah kapal tanker minyaknya berhasil memasuki perairan teritorial setelah melintasi Laut Arab, meski sempat mendapat peringatan dan ancaman dari angkatan laut AS. Dalam pernyataan resminya, Angkatan Darat Iran menyebut kapal tersebut mendapat pengawalan penuh dari angkatan laut hingga tiba dengan aman di wilayah Iran.
Kapal tanker tersebut kini telah bersandar di salah satu pelabuhan selatan Iran dan dilaporkan berada di lokasi selama beberapa jam setelah kedatangannya.
Selain itu, media Tasnim News Agency juga melaporkan sebuah kapal kargo Iran berhasil melintasi Selat Hormuz pada Senin (20/4), meskipun terdapat pembatasan ketat yang diberlakukan Washington terhadap jalur pelayaran Iran.
Serangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa meski tekanan meningkat melalui blokade laut, aktivitas distribusi energi Iran masih berlangsung dan menjadi tantangan tersendiri bagi kebijakan pembatasan yang diterapkan Amerika Serikat.[]

