Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Pamerkan Rudal Siap Luncur di Tengah Demonstran, Kirim Sinyal ke Tel Aviv

Published

on

Rudal balistik Kheibar Shekan dipamerkan dalam kondisi siap luncur di Lapangan Saat, Tabriz, di tengah kerumunan demonstran, Rabu (22/4/2026), sebagai bagian dari peringatan berdirinya IRGC sekaligus penyampaian pesan strategis Iran. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 22 April 2026 — Iran secara terbuka memamerkan rudal balistik Kheibar Shekan dalam kondisi siap luncur di pusat Kota Tabriz, Rabu malam (22/4/2026), dalam demonstrasi kekuatan yang disertai peringatan langsung bahwa setiap agresi ke wilayahnya akan dibalas dengan target yang ditentukan, bahkan oleh kehendak publik.

Laporan Fars News Agency menyebutkan, sejak siang, informasi mengenai “kejutan” dari Komandan Angkatan Dirgantara IRGC, Sayyid Majid Mousavi, telah menyebar luas dan mendorong mobilisasi warga ke pusat-pusat kota.

Di Tabriz, konsentrasi massa terpusat di Lapangan Saat pada malam ke-52 aksi kehadiran publik. Fokus perhatian mengerucut pada Menara Jam, menunggu momen yang telah ditentukan. Tepat pukul 22.00, suasana mencapai puncaknya.

Seruan “Allahu Akbar” menggema, diikuti massa secara serentak. Dalam momen tersebut, rudal Kheibar Shekan diperkenalkan dan langsung ditempatkan dalam posisi siap luncur. Reaksi publik berubah menjadi gelombang sorak, pujian, dan ekspresi kebanggaan kolektif.

Slogan-slogan politik terdengar di tengah kerumunan, sebelum perhatian kembali terpusat saat pesan resmi komandan diputar.

Dalam pernyataannya, Mousavi menegaskan bahwa lebih dari 50 hari sejak konflik yang disebut sebagai “perang yang dipaksakan ketiga”, kehadiran publik di jalan dan alun-alun menjadi bagian penting dalam menopang kekuatan nasional.

Ia menyampaikan bahwa pasukan dirgantara tetap dalam kondisi siaga penuh, baik dalam fase operasi maupun jeda militer, untuk menjaga pertahanan negara.

Pernyataan kunci muncul pada bagian akhir pesan: jika terjadi agresi lanjutan terhadap Iran, maka target respons akan mengikuti kehendak rakyat. Dalam konteks yang sama, Mousavi juga memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak menyediakan wilayahnya sebagai basis serangan, dengan konsekuensi langsung terhadap stabilitas produksi energi regional.

Usai pesan tersebut, massa kembali mengangkat slogan, menegaskan penolakan terhadap kompromi dan penyerahan.

Dinamika Lapangan

Di tengah kerumunan, seorang warga menyatakan bahwa kehadiran rudal di ruang publik dimaknai sebagai proyeksi langsung sasaran dari Tabriz menuju Tel Aviv.

Komandan Sepah Ashura, Abbas Qolizadeh, dalam pernyataannya menyebut masyarakat yang bertahan lebih dari 50 hari di ruang publik sebagai penopang utama kekuatan militer dan diplomasi Iran.

Ia juga berinteraksi langsung dengan warga, termasuk berfoto bersama, sementara jurnalis dan fotografer mendokumentasikan jalannya peristiwa di lapangan.

Profil Sistem Senjata

Kheibar Shekan merupakan rudal balistik dengan jangkauan sekitar 1.450 kilometer. Rudal ini memiliki panjang 10,5 meter, diameter 800 milimeter, dan berat sekitar 4.500 kilogram.

Hulu ledaknya seberat 500 kilogram dengan kecepatan lebih dari 5.000 kilometer per jam. Salah satu fitur utamanya adalah hulu ledak yang dapat dipisahkan dan tetap terkendali hingga fase akhir penerbangan, memungkinkan manuver untuk menghindari sistem pertahanan dan meningkatkan presisi serangan.

Peristiwa di Tabriz dan di beberapa kota Iran menegaskan bahwa demonstrasi militer Iran tidak lagi terbatas pada kawasan tertutup, melainkan diproyeksikan ke ruang publik sebagai bagian dari penyampaian pesan strategis, baik kepada audiens domestik maupun pihak eksternal. []