Internasional
Dua Warga Sipil Tewas dalam Serangan Israel di Gaza di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata
Ahlulbait Indonesia, 26 Januari 2026 — Sedikitnya dua warga sipil Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan terbaru Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu (25/1/2026), di tengah laporan pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut.
Mengutip Press TV, otoritas kesehatan setempat menyatakan korban tewas terjadi di lingkungan Tuffah, Gaza utara, setelah pasukan Israel melepaskan tembakan yang disebut menyasar area tenda pengungsian.
Sejumlah saksi mata menyebut tembakan diarahkan ke tenda-tenda yang menampung warga sipil mengungsi, sehingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Media Palestina melaporkan pesawat tempur Israel melancarkan empat serangan udara di Tuffah sejak Minggu pagi. Di lokasi yang sama, pasukan Israel juga disebut meledakkan kendaraan yang dipasangi bahan peledak di dekat Pemakaman al-Batsh, sebelah timur Tuffah, yang memicu kerusakan tambahan.
Dalam insiden terpisah di Kota Gaza, sebuah drone Israel dilaporkan melukai empat orang. Serangan lainnya disebut menghantam menara komunikasi di Jalan Al-Wehda, yang menampung sejumlah kantor media. Sumber medis menyebut empat pejalan kaki turut mengalami luka-luka.
Baca juga : Komandan CENTCOM Kunjungi Israel di Tengah Penguatan Militer AS di Timur Tengah
Sementara itu, di Khan Yunis, lebih dari seratus orang menghadiri pemakaman seorang warga yang tewas akibat tembakan pesawat tanpa awak Israel pada Sabtu (24/1). Salah satu kerabat korban, Fares Erheimat, menyebut gencatan senjata tidak benar-benar berjalan.
“Mereka pembohong, tidak ada gencatan senjata,” ujarnya dalam prosesi pemakaman, seperti dikutip Press TV.
Press TV juga melaporkan meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan jurnalis dan fasilitas sipil di Gaza. Dalam serangan Israel pada Rabu sebelumnya, 11 warga Palestina dilaporkan tewas, termasuk tiga jurnalis yang mendokumentasikan situasi kemanusiaan di lapangan.
Selain itu, staf medis menyebut pasukan Israel meledakkan alat robot di dekat Rumah Sakit al-Awda di Gaza utara. Ledakan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan parah serta memicu kebakaran di gudang penyimpanan obat-obatan dan perlengkapan medis. Rekaman video yang beredar memperlihatkan asap tebal membubung dari area rumah sakit. Pihak rumah sakit memperingatkan penargetan berulang di sekitar fasilitas medis semakin mengancam sistem kesehatan Gaza yang telah melemah.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, pasukan Israel telah menewaskan 481 warga Palestina dan melukai 1.313 lainnya.
Masuknya makanan, bahan tempat tinggal, dan perlengkapan medis ke Gaza juga dilaporkan masih dibatasi, yang berdampak pada sekitar 2,4 juta warga.
Baca juga : Iran Hormati Keputusan Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
