Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Muslimah ABI dan Ahlulbayt World Assembly Gelar Webinar Perempuan dalam Perspektif Ayatullah Ali Khamenei

Published

on

Muslimah ABI bersama Ahlulbayt World Assembly menggelar webinar peran perempuan perspektif Ayatullah Khamenei, Selasa (2/6/2026). (Dok. Panitia)

Jakarta, 2 Juni 2026 – Pimpinan Nasional Muslimah Ahlulbait Indonesia (Pimnas Muslimah ABI) bekerja sama dengan General of Women & Family Affairs, Ahlulbayt (a.s.) World Assembly menggelar webinar internasional bertajuk “The Position of Women from the Perspective of the Martyr Leader“. Acara berlangsung Selasa (2/6/2026) pukul 19.00–21.00 WIB atau 15.00–17.00 waktu Iran melalui platform Google Meet.

Baca juga: Ketua Umum ABI: Agresi AS–Israel terhadap Iran, Ujian Iman dalam Pertarungan Haq–Batil

Webinar ini menghadirkan perspektif Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengenai hubungan antara martabat perempuan, ketahanan keluarga, peran sosial, serta kontribusi perempuan dalam pembangunan peradaban.

Tiga narasumber utama dihadirkan dalam forum tersebut. Dr. Iran Rokanabadi selaku Director General of Women & Family Affairs, Ahlul Bayt (a.s.) World Assembly menyampaikan materi “The Martyr Leader’s Vision of Women: Between Resistance, Dignity, and Civilizational Role.”

Dari Indonesia, Dr. Neng Hannah, M.Ag., dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus pendiri Moeslimah Produktif, membahas “Kepemimpinan dan Keteladanan Perempuan dalam Perspektif Al-Qur’an.” Adapun Wa Ode Zainab Zilullah Toresano, Ph.D., Ketua Bidang Humas Pimnas Muslimah ABI dan Ketua Pusat Studi Perempuan Sadra, mengangkat tema “Filsafat Perempuan dan Keteladanan Kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Baca juga: Belajar dari Agresi AS-Israel Dewan Syura ABI Tegaskan Konsolidasi dan Persatuan Islam

Ketua Pimpinan Nasional Muslimah ABI, Ustadzah Hayati Muhammad, Lc., dijadwalkan membuka acara pada pukul 19:00 WIB. Diskusi akan dipandu moderator Batoulizzakia dari Bidang Humas Pimnas Muslimah ABI.

Webinar ini menjadi ruang refleksi bagi penguatan narasi Islam yang memandang perempuan sebagai pribadi bermartabat, berilmu, dan memiliki peran strategis dalam transformasi sosial. Di tengah tarik-menarik antara nilai materialisme modern dan spiritualitas keagamaan, forum internasional tersebut turut memperkuat jejaring intelektual perempuan Muslim lintas negara sekaligus menghadirkan diskursus keislaman yang lebih konstruktif dan substantif. []

Baca juga: Litbang DPP ABI Mulai Pemetaan Nasional Kehidupan Beragama Komunitas Ahlulbait