Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Dari Surat hingga Arsip, ABI Jawa Barat Benahi Kerja Kesekretariatan

Published

on

Bandung, 14 September 2026 — Sekitar 36 peserta dari DPP, DPD ABI, dan Muslimah ABI se-Jawa Barat mengikuti Upgrading Kesekretariatan yang diselenggarakan DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Barat di Sekretariat DPW ABI, YPI Ar-Ridho, Banjaran, Minggu (13/9).

Kegiatan tersebut membahas penguatan kemampuan kesekretariatan, mulai dari pemahaman tugas hingga pengelolaan data, dokumen, dan surat-menyurat. Pembenahan administrasi dipandang penting untuk menjaga kerja organisasi tetap tertib dan berkesinambungan.

Ketua DPW ABI Jawa Barat, Ustadz Saeful Yusuf, menempatkan tanggung jawab sekretaris dalam kerangka pengabdian kepada Imam Zaman, Shahibul Ashri waz Zaman. Menurutnya, organisasi merupakan sarana untuk menjalankan pengabdian tersebut, sehingga kesiapan sistem dan ketertiban kerja harus berjalan seiring dengan niat.

“Kalau kita masih tidak tahu ke mana arah organisasi ini, ambil niat paling dasar: apa yang sekarang kita lakukan adalah untuk khidmat kepada Imam Mahdi afs. Kerjakan semua program organisasi untuk khidmat kepada Shahibul Ashri waz Zaman,” ujarnya.

Ustadz Saeful mengutip perkataan Imam Ali, قِيمَةُ كُلِّ امْرِئٍ مَا يُحْسِنُهُ, bahwa nilai seseorang terletak pada apa yang dikerjakannya dengan baik. Ia juga merujuk Surah An-Nisa ayat 58 tentang amanah dan Surah Al-Baqarah ayat 282 mengenai pentingnya pencatatan.

Dalam pekerjaan sekretariat, prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam tiga sikap: amanah dalam menjaga kepercayaan, teliti dalam mengelola administrasi, dan istiqamah dalam merawat sistem.

Materi kemudian dilanjutkan Sekretaris DPW ABI Jawa Barat, H. Deden Hermaddin, yang membahas filosofi dan manajemen kesekretariatan. Ia menekankan bahwa sekretaris perlu memahami tugasnya dan memiliki kepercayaan diri untuk menjadi bagian dari penggerak organisasi. Kesekretariatan, menurutnya, tidak berhenti pada urusan administratif dan protokoler, tetapi menopang efektivitas kerja organisasi secara keseluruhan.

Sementara itu, Wakil Sekjen DPP ABI, Arif Ambari, membahas tata kelola data, dokumen, dan surat-menyurat. Ia menjelaskan perbedaan data dan dokumen serta pentingnya pengelolaan dan distribusi informasi berdasarkan kewenangan.

Sekretaris juga dituntut mampu menyimpan data secara rapi karena dokumen tersebut menjadi dasar bagi pimpinan dalam menyusun laporan dan mengevaluasi kerja organisasi.

Bagi peserta, materi yang diberikan menjawab sejumlah persoalan teknis yang mereka hadapi di daerah. Perwakilan peserta menilai kegiatan tersebut menambah pengetahuan sekaligus memberi dorongan untuk memperbaiki pelaksanaan tugas, meskipun masih terdapat keterbatasan yang perlu terus dibenahi.

Pada akhirnya, penguatan kesekretariatan bukan hanya soal membuat administrasi lebih rapi. Ia menentukan seberapa baik sebuah organisasi menyimpan jejak keputusannya, menjaga informasi, dan memastikan kerja yang telah dimulai dapat diteruskan. [HMP Jabar]

Continue Reading