Internasional
Mantan Diplomat AS Sebut Tuntutan Trump agar Iran Menyerah “Menggelikan”

Ahlulbait Indonesia | 14 Mei 2026 — Mantan diplomat senior Amerika Serikat, Ryan Crocker, menyebut tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran menyerah sebagai pandangan yang tidak realistis dan “menggelikan”. Pernyataan itu disampaikan Crocker kepada harian The Washington Post pada Selasa (13/5/2026) dalam laporan mengenai dampak perang terbaru terhadap posisi politik Iran.
Crocker merupakan mantan duta besar AS di sejumlah negara Timur Tengah dan pernah terlibat dalam beberapa putaran negosiasi dengan Iran pasca-serangan 11 September 2001. Dalam wawancara tersebut, ia menilai tekanan militer justru memperkuat soliditas elite politik Iran.
Baca juga: Trump Akui Kirim Senjata ke Iran untuk Kerusuhan dan Terorisme
Menurut Crocker, para pemimpin Iran merupakan figur yang dibentuk oleh pengalaman panjang konflik, terutama Perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.
“Mereka adalah orang-orang yang sangat tangguh dan hampir semuanya memiliki pengalaman langsung dalam Perang Iran-Irak,” kata Crocker.
Ia kemudian menanggapi seruan Donald Trump yang meminta Iran menyerah di tengah meningkatnya eskalasi kawasan. Crocker menilai anggapan bahwa Iran dapat dipaksa tunduk melalui pemboman merupakan asumsi yang keliru.
“Menggelikan jika ada yang berpikir mereka bisa dipaksa menyerah lewat pengeboman,” ujarnya.
Pernyataan Crocker menjadi bagian dari laporan panjang The Washington Post yang diterbitkan Selasa mengenai konsekuensi politik perang terhadap Republik Islam Iran. Dalam laporan itu disebutkan bahwa perang yang dipicu langkah Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memperkuat posisi Iran, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Baca juga: Veteran AS Protes di Kongres, Tolak Kebijakan Perang Trump
Media tersebut juga menyoroti perubahan sikap sejumlah tokoh politik dan intelektual Iran yang sebelumnya masih percaya peluang kompromi dengan Washington masih terbuka. Setelah konflik terbaru pecah, banyak dari mereka disebut mengambil posisi yang lebih keras terhadap Amerika Serikat.
The Washington Post menilai perang tidak menghasilkan pelemahan politik terhadap Teheran. Sebaliknya, konflik justru memperkuat konsolidasi internal dan memperbesar narasi perlawanan Iran terhadap tekanan Barat. []
Baca juga: Paus Leo XIV Tegaskan Tak Gentar pada Trump







