Daerah
ABI Situbondo Matangkan Agenda Sosial-Ekonomi 2026, Dorong Kemandirian Organisasi

Situbondo, 29 April 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Situbondo mematangkan arah gerak organisasi tahun 2026 dengan menekankan penguatan program sosial dan kemandirian ekonomi. Konsolidasi ini dipimpin Ketua DPD ABI Situbondo, Ustadz Salim Albahar, dalam rapat gabungan bersama Pimpinan Cabang (Pimcab) PANDU ABI dan Pimpinan Cabang Muslimah ABI, yang digelar Minggu (26/4) di Yayasan Arridhowi.
Forum tersebut menjadi titik awal penataan ulang kerja kolektif lintas lembaga pasca pelantikan kepengurusan baru PANDU tingkat pimpinan cabang. Kehadiran seluruh unsur organisasi mencerminkan upaya serius memperkuat koordinasi internal yang sebelumnya belum sepenuhnya terintegrasi.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pelantikan pengurus Pimcab PANDU Situbondo. Dalam sambutannya, perwakilan Pimpinan Wilayah PANDU ABI, Ustadz Husein Ba’abud, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus ditandai dengan disiplin kerja dan kejelasan orientasi program.
“Pengurus tidak cukup hanya aktif secara struktural, tetapi harus mampu menghadirkan kerja nyata yang terukur dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Rapat kemudian difokuskan pada penyusunan program prioritas yang berorientasi dampak. Sejumlah agenda strategis disepakati, meliputi pelaksanaan kurban terorganisir, bazar gratis dalam rangka Idul Ghadir, kegiatan donor darah, serta inisiasi pembentukan Koperasi Bazara Kabupaten Situbondo.
Pembentukan koperasi diposisikan sebagai instrumen kunci untuk memperkuat basis ekonomi organisasi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat. Langkah ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber pendanaan eksternal.
Selain itu, forum menekankan urgensi pembenahan sistem keuangan organisasi. Penataan administrasi dan tata kelola dinilai penting guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan program secara jangka panjang.
Konsolidasi ini menandai pergeseran pendekatan ABI Situbondo dari pola kerja berbasis kegiatan menuju model organisasi yang lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi hasil. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan menjadi fondasi untuk memperluas jangkauan layanan sosial sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.[HMP Situbondo]









