Sejarah
Tekanan Saat Peperangan

Tekanan Saat Peperangan
Selama beradan dalam pengepungan, kaum Muslim menghadapi berbagai tekanan, di antaranya:
- Berkurangnya bahan-bahan pangan sehingga ancaman kelaparan membayangi kaum Muslim.
- Sulitnya kondisi dan udara dingin yang keras menyerang sepanjang malam-malam musim dingin yang panjang.
- Perang urat saraf yang pahit dikobarkan antek-antek munafikin di tengah barisan muslimin yang berusaha memalingkan mereka dari peperangan, dan menakut-takuti mereka dari konsekuensi meneruskan peperangan.
- Selalu begadang selama masa pengepungan karena kuatir terhadap serangan mendadak. Hal ini sangat meletihkan kaum Muslim dengan memerhatikan jumlah yang sedikit bila dibandingkan kekuatan musuh.
- Pengkhianatan Bani Quraizhah. Mereka telah menjadi bahaya hakiki yang mengancam kekuatan kaum Muslim dari dalam dan menambah kekuatiran terhadap keselamatan keluarga di Madinah.
Sayid Mundzir Hakim, Muhammad Rasulullah saw: Sang Adiinsan
Baca juga : Ya Rasulullah, Inilah Husainmu
Continue Reading



![Karhutla Indonesia mencapai 1,92 juta hektare hingga akhir September 2026. Api mengancam permukiman warga di Kalimantan Tengah. (Foto: Ulet Ifansasti]](https://i0.wp.com/ahlulbaitindonesia.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Karhutla.jpeg?resize=80%2C80&ssl=1)



