Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Kedubes Iran Kecam Serangan AS–Israel yang Tewaskan 175 Siswa di Minab

Published

on

Jakarta, 15 Maret 2026 — Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan sedikitnya 175 siswa sekolah dasar di kota Minab, Provinsi Hormozgan. Serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut disebut sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan prinsip perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.

Dalam pernyataan pers resmi tertanggal 14 Maret 2026 yang diterima Media ABI, Kedubes Iran menyampaikan duka mendalam atas kematian ratusan anak yang berada di Sekolah Dasar “Shajereh Tayebeh”. Para siswa disebut menjadi korban serangan rudal ketika sedang berada di lingkungan sekolah.

“Anak-anak tak berdaya ini hadir di kelas untuk belajar dan membangun masa depan, namun justru menjadi korban kekerasan akibat serangan rudal,” tulis pernyataan Kedubes Iran.

Pernyataan tersebut menegaskan, penargetan sekolah dan pembunuhan anak-anak merupakan pelanggaran terang terhadap prinsip dasar hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa yang mengatur perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.

Menurut Kedubes Iran, serangan tersebut juga terjadi ketika Iran tengah menempuh jalur diplomasi dan dialog guna mendorong stabilitas kawasan. Dalam konteks tersebut, penargetan wilayah Iran disebut tidak hanya melanggar kedaulatan negara, tetapi juga merusak prinsip penyelesaian damai sengketa internasional.

Kedutaan juga menyoroti pengakuan sejumlah pejabat Amerika Serikat yang disebut mengakui keterlibatan dalam serangan tersebut. Pengakuan itu dinilai memperjelas tanggung jawab para pelaku serta membuka ruang bagi penegakan hukum melalui mekanisme internasional.

Dalam pernyataan yang sama, Kedubes Iran mengingatkan sejumlah tragedi serupa dalam sejarah konflik modern. Salah satunya penembakan pesawat penumpang Iran oleh kapal perang Amerika Serikat pada 1988 yang menewaskan 290 orang. Serangan terhadap kawasan permukiman di Gaza juga disebut sebagai contoh berulang jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak.

Kedubes Iran menyerukan komunitas internasional, organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia, serta organisasi perlindungan anak untuk mengambil langkah nyata mengungkap kebenaran dan menuntut pertanggungjawaban para pelaku.

“Perlindungan kehidupan anak-anak dan warga sipil merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara dan bangsa,” demikian pernyataan tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Kedutaan Besar Iran di Jakarta menggelar doa bersama pada Sabtu (14/3) di kediaman Duta Besar Iran. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah anak Indonesia sebagai simbol solidaritas kemanusiaan terhadap para korban.

Kedubes Iran berharap tragedi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat internasional mengenai pentingnya perlindungan anak-anak dari dampak konflik bersenjata dan mendorong upaya bersama menuju perdamaian serta keadilan global. []