Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Rakyat Irak Kirim Bantuan ke Iran Usai Seruan Ayatullah Sistani

Published

on

Grand Ayatullah Ali al-Sistani. (Al-Alam)

Ahlulbait Indonesia | 29 Maret 2026 — Seruan Grand Ayatullah Ali al-Sistani untuk membantu Iran langsung direspons rakyat Irak. Konvoi bantuan kemanusiaan pertama diberangkatkan menuju Iran pada Sabtu (28/3/2026), menandai gelombang solidaritas publik di tengah memanasnya konflik di kawasan.

Konvoi tersebut berangkat dari area makam suci Imam Hussein di Karbala menuju wilayah Iran. Pengiriman bantuan ini menjadi langkah nyata pertama setelah Ayatullah Sistani menyerukan dukungan bagi warga sipil yang terdampak serangan.

Laporan Al Alam menyebut, bantuan dikirim sebagai tindak lanjut atas seruan otoritas tertinggi Syiah di Irak yang sebelumnya mengecam keras agresi militer terhadap Iran dan Lebanon. Seruan itu tidak berhenti pada kecaman moral, tetapi juga mendorong aksi konkret di lapangan.

Dalam pernyataan yang dibacakan saat khutbah Salat Idul Fitri di dua situs suci, yakni makam Imam Hussein di Karbala dan makam Imam Musa al-Kadzim di Baghdad, Ayatullah Sistani menyoroti penderitaan warga sipil yang terus memburuk di tengah perang.

“Sahabat-sahabatku yang terkasih, meskipun Idul Fitri penuh dengan sukacita dan kebahagiaan, hati orang-orang beriman hari ini hancur oleh kesedihan ketika mereka melihat malapetaka dan tragedi yang menimpa saudara-saudara kita dalam agama dan kemanusiaan,” bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menggambarkan kontras tajam antara suasana hari raya dan realitas perang yang menimpa masyarakat sipil di Iran dan Lebanon.

“Sementara kita dengan gembira mengucap takbir atas nikmat Allah, tangisan anak-anak terdengar keras, air mata ibu-ibu yang berduka mengalir, dan kobaran api berkobar di atas rumah-rumah yang aman di Iran dan Lebanon, sementara agresi militer terhadap kedua negara ini terus berlanjut,” lanjut pernyataan tersebut.

Ayatullah Sistani kemudian menyampaikan kutukan terbuka terhadap agresi AS-Israel yang sedang berlangsung dan menyerukan solidaritas global, khususnya dari dunia Islam.

“Kami mengutuk perang kejam ini dengan sekeras-kerasnya dan menyerukan kepada seluruh umat Muslim dan orang-orang merdeka di dunia untuk mengutuknya dan menunjukkan solidaritas kepada rakyat Iran dan Lebanon yang tertindas,” demikian isi pernyataan tersebut.

Tidak hanya itu, kantor Ayatullah Sistani juga mendesak komunitas internasional dan negara-negara berpengaruh untuk segera bertindak menghentikan perang.

“Kami juga menyerukan kepada semua pihak internasional dan negara-negara berpengaruh di dunia, terutama negara-negara Islam, untuk melakukan segala upaya untuk menghentikan perang ini,” bunyi lanjutan pernyataan tersebut.

Respons cepat rakyat Irak memperlihatkan seruan Ayatullah Sistani tidak berhenti sebagai pesan moral dari mimbar keagamaan. Di lapangan, seruan itu berubah menjadi aksi solidaritas yang langsung bergerak melintasi perbatasan.

Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, pengiriman bantuan dari Irak ke Iran menjadi sinyal kuat bahwa penderitaan warga sipil terus memantik respons luas, bukan hanya dari elite politik dan lembaga internasional, tetapi juga dari masyarakat akar rumput. []