Internasional
Pantai San Francisco Jadi Lokasi Aksi “Trump Must Go”, Bagian dari Gelombang Protes Nasional
Ahlulbait Indonesia | 30 Maret 2026 —Ribuan demonstran menggelar aksi protes di Ocean Beach, San Francisco, dengan membentuk tulisan raksasa “Trump Must Go Now!” di atas pasir sebagai simbol penolakan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut Al-Manar pada Minggu, (29/3/26), aksi yang terekam dari udara itu memperlihatkan para peserta berdiri dalam barisan rapi hingga membentuk pesan visual yang terbaca jelas dari ketinggian. Demonstrasi tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi publik yang paling mencolok dalam gelombang aksi penolakan terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Protes di San Francisco disebut menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dengan slogan “No Kings” yang berlangsung di sejumlah kota besar di Amerika Serikat, termasuk Washington, Los Angeles, New York, dan Chicago. Di berbagai lokasi, jutaan orang turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap arah kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan konflik dan eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Dalam aksi tersebut, para demonstran juga menyerukan penghentian eskalasi militer. Mereka memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas global, pasar energi, dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Sejumlah peserta juga mengkritik keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi militer yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Gedung Putih menanggapi aksi-aksi tersebut dengan menyebut protes itu “didorong oleh elemen sayap kiri dan tidak mencerminkan dukungan populer yang luas,” menurut juru bicaranya.
Aksi di Ocean Beach juga menunjukkan perubahan pola demonstrasi publik di era visual digital. Bentuk protes seperti untaian manusia atau pesan raksasa yang direkam dari udara kini semakin sering digunakan untuk menarik perhatian publik, memperkuat pesan politik, dan memperluas jangkauan kampanye melalui media sosial.
Dengan latar pantai terbuka dan visual yang kuat, aksi di San Francisco menegaskan bagaimana ruang publik terus digunakan sebagai medium simbolik untuk menyampaikan pesan politik secara langsung dan mudah tersebar ke audiens global. []
