Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kota Suci Qom Diguncang Serangan, 10 Anggota Satu Keluarga Gugur di Kawasan Permukiman

Published

on

Keluarga Mehdi semuanya gugur dalam serangan gabungan Amerika-Israel di kota suci Qom. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 28 Maret 2026 — Sedikitnya 10 anggota satu keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur dalam serangan yang menghantam kawasan permukiman Pardisan di Qom, Iran tengah, pada Kamis malam, menurut otoritas setempat.

Otoritas lokal di Qom melaporkan 10 anggota keluarga Mehdi gugur setelah serangan menghantam kawasan hunian sipil di distrik Pardisan pada Kamis malam (27/3/2026).

Laporan yang dikutip Press TV pada Jumat menyebut serangan itu terjadi di area permukiman padat penduduk dan menambah daftar korban sipil dalam eskalasi konflik yang terus meluas.

Pejabat setempat menyebut serangan tersebut sebagai tindakan “brutal” dan “teroris”. Laporan Farsnews Agency menyebut Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan itu.

Korban berasal dari keluarga Mehdi. Nama-nama yang diumumkan otoritas setempat antara lain Hasan Mehdi, Roghayeh Pirouzeh, Mohammad Javad Mehdi, Ali Akbar Mehdi, Zahra Mehdi, dan Haniyeh Mehdi.

Menurut laporan yang sama, jumlah korban dalam keluarga itu bertambah setelah ayah, ibu, dan dua saudara laki-laki Hasan Mehdi juga dinyatakan gugur, sehingga total korban mencapai 10 orang.

Serangan tersebut menghantam Pardisan, salah satu kawasan permukiman padat penduduk di Qom yang berada di sekitar area penting kota itu, termasuk kompleks ziarah Hazrat Sayyidah Masoumah.

Insiden di Qom terjadi ketika konflik bersenjata yang melibatkan Iran memasuki hari ke-28, di tengah meningkatnya serangan terhadap area sipil dan infrastruktur nonmiliter.

Mehrnews Agency menyebut jumlah korban jiwa sejak awal konflik telah melampaui 13.000 orang, dengan mayoritas berasal dari kalangan sipil.

Dalam insiden lain yang juga dilaporkan media Iran, sedikitnya 170 anak sekolah disebut gugur di Minab, Iran selatan, setelah sebuah sekolah dasar terkena serangan pada hari pertama perang.

Sejumlah aktivis hak asasi manusia, menilai warga sipil menjadi pihak yang paling menanggung dampak dari eskalasi militer yang terus berlangsung.

Serangan di kawasan permukiman Qom kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi warga sipil di tengah konflik yang kian intens. []