Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Komandan Quds IRGC Puji Ansarullah Usai Pukul Mundur USS Gerald Ford dari Laut Merah

Published

on

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qa’ani, memuji Perlawanan Islam Yaman. (Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 31 Maret 2026 — Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qa’ani, memuji Perlawanan Islam Yaman setelah kelompok itu berhasil memaksa kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford mundur dari kawasan Laut Merah.

Pernyataan tersebut disampaikan Qa’ani dalam pesan yang dirilis pada Senin, 30 Maret 2026. Dalam pesannya, Qa’ani menyebut langkah Ansarullah sebagai kemenangan strategis bagi Front Perlawanan Islam di kawasan Asia Barat.

Menurut Qa’ani, tekanan militer dan kekuatan pencegahan yang dibangun Ansarullah menjadi faktor utama di balik mundurnya kapal induk utama milik Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut.

“Dengan rahmat Allah, sekali lagi, kemenangan lain telah muncul dari Yaman yang heroik dalam kelanjutan pembentukan epik Front Perlawanan Islam yang kuat di kawasan ini untuk menghadapi Amerika yang kriminal dan rezim Zionis pembunuh anak-anak serta untuk membela bangsa dan nilai-nilai Islam,” kata Qa’ani, seperti dilansir Press TV.

Qa’ani juga secara langsung mengaitkan pergerakan dan penarikan USS Gerald R. Ford dengan tekanan yang datang dari Yaman.

“Bagi mereka yang bertanya tentang nasib kapal induk Gerald Ford milik Amerika Serikat, yang selama lebih dari dua minggu dengan ragu-ragu mengitari perbatasan antara Yanbu dan Jeddah dan akhirnya membuat berbagai alasan untuk kembali, harus dikatakan bahwa rahasia dari pengembaraan dan kepulangan ini harus dicari di pegunungan yang menjulang tinggi dan tanah suci Yaman,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional, terutama setelah eskalasi konflik di Gaza dan serangkaian serangan lintas kawasan yang melibatkan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Poros Perlawanan.

Dalam pesan yang sama, Qa’ani menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan dan para pejuang Yaman. Dia memuji apa yang disebutnya sebagai ketepatan strategi dan keberanian Ansarullah dalam menghadapi Amerika Serikat serta Israel.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kepemimpinan yang bijaksana, para komandan yang berani, dan para pejuang yang tulus dari rakyat Yaman yang heroik, dan saya menghargai tindakan tepat waktu mereka serta kebanggaan akan keindahan pemikiran strategis para pemimpin agama di negeri yang bercahaya ini dalam melawan semua musuh dunia Islam,” kata Qa’ani.

Qa’ani juga menilai dukungan berkelanjutan Yaman terhadap Gaza mencerminkan pemahaman strategis atas dinamika kawasan dan menjadi bagian dari perjuangan yang lebih luas melawan tekanan eksternal.

“Kehadiran Anda yang tepat waktu ini dan dukungan menyeluruh Anda yang berkelanjutan untuk umat Islam, khususnya rakyat Gaza yang tertindas, menunjukkan kedalaman pemahaman Anda yang tepat tentang perkembangan di kawasan ini dan merupakan pendahuluan bagi pembebasan sepenuhnya Yaman yang heroik dari pengepungan yang menindas,” demikian isi pesannya.

Lebih lanjut, Qa’ani menegaskan Iran akan terus berdiri bersama kelompok-kelompok Perlawanan di kawasan. Sikap tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen strategis dan ideologis Republik Islam Iran.

“Republik Islam, dalam menunaikan kewajiban Ilahi, akan terus berdiri teguh dan melawan untuk mencapai tujuan-tujuan besarnya, termasuk menghilangkan bayang-bayang perang di seluruh wilayah, dan akan mendukung serta membela teman-teman dan pejuangnya dengan tulus di semua lini perlawanan,” ujarnya.

Pernyataan Qa’ani mempertegas dukungan terbuka Teheran terhadap Ansarullah dan kelompok-kelompok perlawanan lain di kawasan, di tengah rivalitas yang kian tajam antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Klaim mengenai mundurnya USS Gerald R. Ford juga menambah dimensi propaganda dan tekanan psikologis dalam persaingan militer di Asia Barat. []