Ikuti Kami Di Medsos

Info ABI

ABI Umumkan 1 Dzulhijjah 1447 H pada 18 Mei, Indonesia Timur Mulai 19 Mei

Published

on

Tim Rukyah Falak ABI (Dok. ABI)

Jakarta, 17 Mei 2026 — Dewan Itsbat Hilal Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI) menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Keputusan tersebut didasarkan pada hasil rukyah dan kajian visibilitas hilal yang dilakukan pada Minggu, 17 Mei 2026, bertepatan dengan 29 Dzulqa’dah 1447 H.

Baca juga: Penjelasan Ayatullah Alamul Huda tentang Kedekatan Imam Jawad dengan Rakyat

Informasi itu diumumkan melalui keterangan resmi di situs Dewan Syura ABI, Safinah. Dalam penjelasannya, Dewan Itsbat Hilal ABI menyebut penetapan awal Dzulhijjah mengacu pada data lembaga pemantau hilal dalam dan luar negeri, termasuk Islam Al Ashiyl, serta hasil pemantauan Tim Rukyah Falak ABI di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

“Berdasarkan Prinsip Rukyah Muhaqqaqah Imam Ali Khamenei, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 M,” demikian pernyataan resmi Dewan Itsbat Hilal ABI, Minggu (17/5).

ABI juga menetapkan pengecualian bagi empat provinsi di kawasan timur Indonesia, yakni Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Di wilayah tersebut, awal Dzulhijjah 1447 H ditetapkan pada Selasa, 19 Mei 2026, menyesuaikan kondisi visibilitas hilal di Indonesia bagian timur.

Penetapan awal Dzulhijjah menjadi dasar penentuan sejumlah ibadah penting dalam kalender Hijriah, termasuk Hari Arafah dan Idul Adha.

Baca juga: Nakba Tak Pernah Berakhir: Dari “Israel Raya” hingga Board of Peace

Dalam keterangannya, ABI mengajak umat Islam menjadikan momentum Dzulhijjah sebagai sarana memperkuat nilai pengorbanan dan keteladanan Nabi Ibrahim a.s, serta Nabi Ismail a.s,.

“Semoga kita selalu mampu mengambil pelajaran penting dari jiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail AS,” tulis pernyataan tersebut.

Pengumuman itu ditandatangani Koordinator Dewan Itsbat Hilal Dewan Syura ABI Ustadz Abdullah Beik dan diketahui Ketua Dewan Syura ABI Ustadz Husein Shahab. []

Baca juga: Ayatullah Behjat: Menjaga Kesucian Sejak Kecil, Menempuh Jalan Ridha Ilahi