Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

ABI NTB Gelar Forum Lintas Ormas, Perkuat Persatuan Umat di Tengah Dinamika Global

Published

on

Halal Bihalal ABI NTB di Husainiyah Al Muntazar, Mataram, Kamis (16/4/2026), membahas penguatan persatuan umat dan dialog antarorganisasi di tengah dinamika global. (Dok. ABI)

Mataram, 17 April 2026 — Ahlul Bait Indonesia (ABI) Wilayah Nusa Tenggara Barat menggelar pertemuan lintas organisasi dan lembaga kemasyarakatan pada Kamis, 16 April 2026, dalam rangka Halal Bihalal sekaligus peringatan 40 hari syahadah Imam Ali Khamenei di Husainiyah Al Muntazar, Kota Mataram.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah organisasi dan lembaga, antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Nahdlatul Wathan Diniyah IslamABI NTB Gelar Forum Lintas Ormas, Perkuat Persatuan Umat di Tengah Dinamika Globaliyah (NWDI), Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Rabithah Alawiyah.

Ketua ABI NTB menyampaikan pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat solidaritas dan menjaga persatuan umat Islam di tengah dinamika global dan tantangan internal.

“Forum ini menjadi ikhtiar bersama untuk merawat persatuan dan memperkuat solidaritas umat,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Pembina DPW Ahlul Bait NTB, Ustadz Hasyim Umar Alhabsyi, menekankan pentingnya keteguhan dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan global. Menurutnya, perjalanan Revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini dan dilanjutkan Imam Ali Khamenei menunjukkan konsistensi dalam melawan penindasan.

“Perlawanan terhadap kezaliman akan selalu menemukan jalannya,” katanya.

Prof. Dr. Jamaludin yang mewakili NWDI menyampaikan dukungan terhadap upaya penguatan solidaritas umat. Ia menyebut arahan TGB Muhammad Zainul Majdi menjadi rujukan dalam membangun sikap kolektif umat Islam di Lombok untuk menjaga persatuan dan memperkuat posisi di tengah dinamika global.

Ia berharap forum serupa dapat terus berlanjut sebagai ruang dialog dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan diisi dialog lintas organisasi. Diskusi mengarah pada pencarian titik temu narasi keagamaan dalam tradisi Syiah dan Sunni.

Perwakilan FKUB, Lalu Abdurahim, menjelaskan budaya masyarakat Sasak memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Islam, terutama dalam penghormatan terhadap Ahlulbait Nabi Muhammad. Tradisi pembacaan Barzanji, menurutnya, menjadi salah satu bukti kuat jejak tersebut.

“Nilai-nilai Ahlulbait telah hidup dalam tradisi masyarakat Lombok sejak lama,” ujarnya.

Perwakilan FKPT, Jauhari Muslim, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendorong persatuan umat melalui pendekatan dialog dan program kolaboratif.

“Kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci dalam menjaga harmoni dan stabilitas sosial,” katanya.

Pertemuan ini dinilai sebagai langkah awal yang akan ditindaklanjuti melalui kerja sama berkelanjutan antara organisasi keagamaan dan lembaga kemasyarakatan di Nusa Tenggara Barat. []