Daerah
ABI DKI Jakarta Perkuat Konsolidasi Organisasi Lewat Halal Bihalal dan Program Kerja Bersama Pengadaan Sekretariat
Jakarta, 13 April 2026 — Ahlulbait Indonesia menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan penandatanganan dokumen Program Kerja Bersama pengadaan sekretariat di wilayah DKI Jakarta. Acara ini berlangsung di Hauzah Shidiqqoh Zahra, Condet, Jakarta Timur, pada Minggu sore, 12 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi yang dihadiri oleh unsur pimpinan wilayah dan lembaga otonom ABI di DKI Jakarta, meliputi DPW ABI DKI Jakarta, Muslimah ABI DKI Jakarta, Pandu ABI DKI Jakarta, serta Korwil ABI Responsif DKI Jakarta.
Selain itu, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI, unsur Dewan Syuro ABI, serta jajaran pengurus lainnya juga turut hadir dalam forum tersebut.
Dalam agenda utama, para pihak menyepakati Program Kerja Bersama pengadaan sekretariat yang akan menjadi pusat koordinasi bersama antara DPW ABI dan tiga lembaga otonom di DKI Jakarta.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama sebagai bentuk komitmen penguatan struktur dan efektivitas organisasi.

Ketua DPW ABI DKI Jakarta Sayyid Anis Muhamad dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja organisasi merupakan bagian dari ibadah yang tidak terpisahkan dari kesadaran spiritual.
“Hikmat dalam organisasi merupakan ibadah selain ibadah ritual. Ini adalah kesadaran taklif untuk berkhidmat sebagai bentuk tanggung jawab atas nikmat waktu dan kesempatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur organisasi untuk berperan aktif dalam menyukseskan program pengadaan sekretariat bersama sebagai pusat aktivitas kolektif DPW dan lembaga otonom ABI di DKI Jakarta.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP ABI, Ustadz Ahmad Hidayat, menilai kegiatan ini sebagai bagian dari upaya penguatan konsolidasi organisasi dan pengembangan komunitas ke depan.
Ia menekankan pentingnya tiga hal mendasar dalam penguatan organisasi, yakni memperluas narasi komunitas, memperkuat ikatan ideologis dalam struktur organisasi, serta membangun kesadaran kolektif dan partisipatif di dalam tubuh organisasi.
Ia turut menyinggung dinamika geopolitik global terkini, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dalam konteks perubahan konstelasi dunia, yang dapat dijadikan ibrah dan pelajaran berharga.
“Hikmah perang 40 hari menjadi mukjizat dan berkah sebagaimana revolusi pertama tahun 1979. Lahirnya ABI tahun 2010 sebagai momentum kebangkitan Syiah di Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dewan Syuro ABI, Ustadz Muhsin Labib, menyoroti dimensi filosofis organisasi dalam kerangka kepatuhan terhadap otoritas.
Menurutnya, organisasi tidak semata dipahami sebagai struktur administratif, tetapi sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai ketaatan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Organisasi pada dasarnya adalah medium untuk menjalankan otoritas dalam kehidupan bermazhab. Otoritas itu bersifat berkesinambungan, baik dahulu, sekarang, maupun yang akan datang,” ujarnya.
Melalui kegiatan Halal Bihalal dan penandatanganan Program Kerja Bersama ini, ABI di DKI Jakarta berharap dapat memperkuat sinergi antarstruktur organisasi, sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja di tingkat wilayah.
