Internasional
Komandan CENTCOM Kunjungi Israel di Tengah Penguatan Militer AS di Timur Tengah
Ahlulbait Indonesia, 26 Januari 2026 — Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, dilaporkan melakukan kunjungan ke Israel pada Sabtu (24/1/2026), di tengah meningkatnya ketegangan kawasan serta kekhawatiran eskalasi konflik dengan Iran.
Media Israel melaporkan Cooper bertemu jajaran militer senior Israel, termasuk Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir, di markas militer Kirya. Pertemuan tersebut disebut turut dihadiri Kepala Direktorat Intelijen Mayor Jenderal Shlomi Binder dan Kepala Direktorat Operasi Mayor Jenderal Itzik Cohen. Channel 12 melaporkan Cooper juga bertemu Komandan Angkatan Udara Israel Mayor Jenderal Tomer Bar.
CENTCOM merupakan salah satu dari 11 komando tempur gabungan di bawah Departemen Pertahanan AS, yang membawahi operasi militer di kawasan strategis meliputi Timur Tengah, Asia Tengah, dan sebagian Asia Selatan.
Baca juga : Dua Warga Sipil Tewas dalam Serangan Israel di Gaza di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata
Kunjungan Cooper berlangsung di tengah penguatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak pendamping dilaporkan bergerak ke arah barat dan telah berada di Samudra Hindia. Seorang pejabat Angkatan Laut AS menyebut kesiapan operasional penuh diperkirakan tercapai dalam beberapa hari hingga sekitar sepekan ke depan.
Setibanya di kawasan, armada tersebut dilaporkan akan bergabung dengan kapal-kapal perang AS yang beroperasi di Bahrain dan Teluk Persia. Penguatan ini disebut menambah sekitar 5.700 personel militer AS di Timur Tengah. Jet tempur F-15 Strike Eagle AS juga dilaporkan beroperasi di kawasan, sementara Inggris mengerahkan jet tempur Typhoon ke Qatar dalam kapasitas defensif.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengonfirmasi pengerahan armada ke arah Iran pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat, seraya menyatakan berharap kekuatan tersebut tidak perlu digunakan.
Iran merespons dengan peringatan keras. Seorang pejabat senior Iran menyatakan negaranya berada dalam status siaga penuh dan menegaskan setiap bentuk serangan akan dibalas. Teheran juga menuduh Washington berupaya menciptakan dalih untuk intervensi militer dan perubahan rezim melalui tekanan ekonomi dan politik. [HMP/ABI]
Baca juga : Iran Hormati Keputusan Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
