Daerah
Bertambah Hampir 4 Kali Lipat, ABI Lumajang Kini Kelola 154 Pohon Pisang Raja Kresek

Lumajang, 10 Mei 2026 – Berawal dari sekitar 40 bibit yang ditanam pada September 2025, Divisi Pemberdayaan Ekonomi (PE) Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kabupaten Lumajang kini merawat 154 pohon pisang raja kresek. Program ini berlangsung di lahan Kelompok Tani Sumber Harapan seluas sekitar 1.500 meter persegi di Kabupaten Lumajang, Minggu (10/5/2026). Budidaya tersebut dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas lokal unggulan.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Departemen Pemberdayaan Ekonomi DPW ABI Jawa Timur, dan Divisi Pemberdayaan Ekonomi DPD ABI Kabupaten Lumajang yang dimulai sejak penanaman perdana pada 14 September 2025. Dari awalnya hanya sekitar 40 pohon, kini program tersebut berkembang menjadi 154 pohon pisang raja kresek.
Saiful Arifin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Humas, Media dan Penerangan (HMP) ABI Kabupaten Lumajang sekaligus Ketua Kelompok Tani di Dusun Kembar, turut mendampingi proses perawatan bersama tim Divisi PE ABI Lumajang. Kelompok tani tersebut menjadi wadah penting bagi para petani setempat, karena setiap dusun memiliki kelompok taninya masing-masing, sehingga petani yang tergabung dapat memperoleh akses distribusi pupuk.
“Perawatan rutin ini krusial untuk memastikan 154 pohon yang ada tumbuh seragam dan bebas hama,” ujar Bambang Hakam di lokasi kegiatan.
Kegiatan perawatan meliputi penyiangan gulma, pemupukan organik, pemotongan daun tua, serta pemantauan hama dan penyakit tanaman. Saat ini, tanaman pisang raja kresek tersebut telah memasuki usia sekitar delapan bulan sejak masa tanam.
Sebagai ketua kelompok tani Saiful Arifin menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dan perhatian berkelanjutan yang diberikan ABI kepada kelompok tani dan masyarakat sekitar.
“Petani jadi lebih percaya diri. Target kami, pisang raja kresek ini bisa panen perdana akhir tahun dan menjadi tambahan penghasilan anggota,” ujarnya.
Sementara itu, Dafid Eka Rosidi yang mewakili Departemen PE ABI Jawa Timur berharap program budidaya ini dapat menjadi proyek percontohan yang dikembangkan lebih luas di berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya Lumajang sebagai salah satu sentra penghasil pisang.
“Harapannya, proyek percontohan ini bisa ditularkan seluas-luasnya di Jatim, khususnya di Lumajang yang merupakan sentra penghasil pisang. Ke depan, insya Allah dalam waktu yang tidak lama lagi, akan kami dorong untuk dijadikan salah satu unit usaha Koperasi Bazara, dengan tujuan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada anggota ABI,” ujarnya.
Program budidaya pisang raja kresek ini menjadi salah satu fokus Divisi Pemberdayaan Ekonomi DPD ABI Kabupaten Lumajang dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan lokal, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian produktif. [HMP Lumajang]







