Internasional
Iran Kembangkan Teknologi Nano untuk Regenerasi Tulang

Ahlulbait Indonesia, 8 Mei 2026 – Sebuah perusahaan berbasis pengetahuan di Iran memperkenalkan produk cangkok tulang sintetis berbasis nanoteknologi bernama NMImETIC Swelling NanoBone Powder. Material generasi baru ini dirancang menyerupai struktur alami tulang manusia untuk mempercepat regenerasi jaringan tulang.
Menurut laporan Press TV pada Kamis (7/5/2026), Wakil Presiden Iran bidang Sains, Teknologi, dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan menyatakan bahwa produk tersebut diproyeksikan menjadi alternatif yang aman dan lebih ekonomis dibandingkan cangkok tulang impor yang selama ini digunakan dalam operasi ortopedi, bedah tulang belakang, dan kedokteran gigi.
Material ini dikembangkan melalui kombinasi bioengineering dan nanoteknologi dengan memanfaatkan nanopartikel hidroksiapatit berbentuk sferis berukuran kurang dari 50 nanometer. Struktur nano dan luas permukaan material yang mencapai lebih dari 150 meter persegi per gram memungkinkan sel-sel tulang menempel lebih efektif, sehingga mempercepat proses pembentukan tulang baru.
Salah satu keunggulan utama produk tersebut adalah kemampuannya menyerap darah dengan cepat selama operasi berlangsung. Kondisi ini membantu mengendalikan perdarahan sekaligus menciptakan lingkungan ideal untuk pembentukan bekuan darah dan tahap awal penyembuhan tulang.
Produk NMImETIC Swelling NanoBone Powder tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari bubuk, granula, kubus lunak dan keras, hingga struktur menyerupai batang kecil. Dengan variasi bentuk tersebut, produk dapat disesuaikan dengan jenis dan lokasi kerusakan tulang yang ditangani dokter bedah.
Berbeda dengan cangkok tulang konvensional yang banyak menggunakan jaringan donor manusia maupun jaringan hewan, produk buatan Iran ini sepenuhnya sintetis dan tidak mengandung agen biologis berbahaya, zat toksik, maupun surfaktan. Oleh karena itu, risiko infeksi, reaksi imun berlebihan, dan peradangan serius dapat ditekan secara signifikan.
Evaluasi klinis juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Bentuk granula dilaporkan mampu meningkatkan perbaikan tulang hingga hampir 75 persen, sementara bentuk bubuk mempercepat regenerasi sekitar 63 persen.
Terobosan ini dinilai penting mengingat ketergantungan Iran terhadap produk cangkok tulang impor masih cukup tinggi. Data Organisasi Pengawas Obat dan Makanan Iran menunjukkan lebih dari 82 persen cangkok tulang sintetis yang digunakan di negara itu masih berasal dari impor, sementara lebih dari 25.987 operasi setiap tahun membutuhkan material serupa.
Produksi domestik NMImETIC diperkirakan dapat mengurangi ketergantungan impor, memperluas akses terhadap material medis berkualitas tinggi, serta menghemat devisa negara dalam jumlah besar.
Di tengah tekanan sanksi Barat, sektor nanoteknologi Iran justru terus berkembang dalam dua dekade terakhir. Industri tersebut kini menghasilkan lebih dari 1.700 produk melalui sekitar 400 perusahaan dengan cakupan aplikasi di bidang medis, konstruksi, hingga pengolahan air. []







