Kegiatan ABI
Ketua DPD ABI Kediri Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Perjuangan Sumpah Pemuda

Kediri, 29 Oktober 2026 — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kabupaten Kediri, Juwaini, mengajak masyarakat menghidupkan nilai perjuangan para pendahulu sebagai pijakan membangun bangsa yang terdidik, kuat, dan mandiri. Pesan tersebut disampaikan dalam tasyakuran ke-98 Hari Sumpah Pemuda bertema “Merajut Janji Suci Sumpah Pemuda dan Sumpah Jabatan” di Cagar Budaya Situs Persada Sukarno, Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (27/10/2026).

Baca juga: DPD ABI Kota Pasuruan dan Pandu ABI Jawa Timur Hadiri Dialog Pemuda Lintas Agama
Juwaini menekankan bahwa penghormatan terhadap sejarah tidak semestinya berhenti pada mengenang tanggal dan tahun suatu peristiwa. Nilai perjuangan, menurutnya, perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tasyakuran yang berlangsung pukul 19.30–23.30 WIB ini diprakarsai Situs Persada Sukarno Ndalem Pojok bersama Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA), ABI Kabupaten Kediri, Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), Pelestari Sejarah Budaya Kediri (PASAK), Studio Musik Luki, dan Hakim Learning Center.
Kegiatan dihadiri Wawan Sugiraharjo, S.AP., M.M., Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, serta budayawan, tokoh lintas agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan, guru, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Rangkaian acara meliputi santunan kepada kaum duafa, doa lintas agama, doa amanah untuk pejabat, selamatan, dan diskusi kebangsaan. Pertemuan ini menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang untuk mempererat hubungan antarkomunitas dan merawat persatuan.
Persatuan dan Amanah Kebangsaan
Dalam sambutannya, Wawan Sugiraharjo mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda 1928 lahir melalui proses panjang di tengah keterbatasan dan penderitaan akibat penjajahan. Para pemuda kala itu mampu mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok demi memperjuangkan cita-cita kemerdekaan. Pengalaman sejarah tersebut, ujarnya, menunjukkan pentingnya komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan bangsa.
Baca juga:
- PSDM ABI Jawa Barat Bahas Perlindungan Hak Konstitusional dari Ancaman Persekusi
- Karhutla Arjuno-Welirang, ABI Responsif Salurkan 100.800 Liter Air Bersih
- Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah Sambut Kunjungan Pimwil Muslimah ABI DKI Jakarta

Sementara itu, Ketua Departemen Pendidikan Kader PCTA Indonesia, R. M. Kushartono, mengajak masyarakat menjadikan Sumpah Pemuda sebagai refleksi spiritual dan tanggung jawab kebangsaan, bukan berhenti pada seremoni tahunan.
Ia menguraikan tiga sumpah yang menurut pandangannya memiliki arti penting dalam perjalanan Indonesia, yakni Sumpah Palapa yang dikaitkan dengan tekad Gajah Mada mempersatukan Nusantara, Sumpah Pemuda 1928 sebagai tonggak persatuan pemuda, serta sumpah jabatan sebagai komitmen moral para pemegang amanah.
Menurut Kushartono, komitmen yang dijalankan dengan jujur dapat menjadi landasan untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Kegiatan ditutup dengan doa dan selamatan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan bagi masa depan Indonesia.
Keterlibatan ABI Kabupaten Kediri dalam kegiatan ini menempatkan semangat kebangsaan dalam ruang kebersamaan lintas agama dan komunitas. Nilai perjuangan Sumpah Pemuda menemukan maknanya ketika diteruskan melalui kepedulian sosial, integritas, dan tanggung jawab nyata terhadap masa depan bangsa. []
Baca juga: Milad Sayyidah Zainab a.s., Muslimah ABI Serempak Kunjungi Lembaga Disabilitas di Berbagai Daerah







