Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

DPD ABI Kota Pasuruan dan Pandu ABI Jawa Timur Hadiri Dialog Pemuda Lintas Agama

Published

on

Ketua DPD ABI Kota Pasuruan Ahmad Assegaf bersama Ketua Pimwil Pandu ABI Jawa Timur Muhammad Husein menghadiri dialog pemuda lintas agama di Aula Kementerian Agama Kota Pasuruan, Rabu (28/10/2026), untuk memperkuat kerukunan dan komunikasi lintas organisasi.
Ketua DPD ABI Kota Pasuruan Ahmad Assegaf bersama Ketua Pimwil Pandu ABI Jawa Timur Muhammad Husein menghadiri dialog pemuda lintas agama di Aula Kementerian Agama Kota Pasuruan, Rabu (28/10/2026), untuk memperkuat kerukunan dan komunikasi lintas organisasi.

Pasuruan, 29 Oktober 2026 — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kota Pasuruan, Ahmad Assegaf, bersama Ketua Pimpinan Wilayah (Pimwil) Pandu ABI Jawa Timur, Muhammad Husein, menghadiri dialog lintas agama dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).

Baca juga: Karhutla Arjuno-Welirang, ABI Responsif Salurkan 100.800 Liter Air Bersih

Dialog yang berlangsung di Aula Kementerian Agama Kota Pasuruan, Jalan Panglima Sudirman Nomor 75, Pasuruan, tersebut mengangkat tema “Saring Sebelum Sharing; Peran Pemuda Lintas Agama Merawat Ruang Digital untuk Mewujudkan Indonesia Rukun, Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Kementerian Agama Kota Pasuruan, kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat kerukunan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menciptakan ruang digital yang sehat, inklusif, dan bebas dari penyebaran informasi yang berpotensi memicu prasangka maupun perpecahan.

Sejumlah organisasi kemasyarakatan turut hadir, di antaranya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Irsyad, serta kelompok pemuda lintas agama. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan hadir secara daring berhalangan hadir. Sambutan disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si.

Keberagaman sebagai Jalan Saling Mengenal

Dalam sambutannya, Rasyidi menekankan bahwa dialog merupakan bagian penting dalam membangun saling pengertian di tengah masyarakat yang majemuk. Perbedaan, menurutnya, semestinya menjadi ruang untuk saling mengenal dan menghormati, bukan sumber perselisihan.

Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13, ia mengingatkan bahwa keberagaman suku dan bangsa merupakan ketetapan Tuhan agar manusia saling mengenal.

Ia juga menegaskan bahwa kehidupan harmonis dapat dibangun ketika setiap orang menjalankan ajaran agamanya dengan baik sekaligus menghormati pemeluk agama lain. Kesalehan tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku terhadap sesama.

“Semua agama pasti sepakat akan mengajarkan kedamaian,” ujarnya.

Berbagi pengalamannya selama kurang lebih dua tahun bertugas di Kota Pasuruan, Rasyidi menilai kehidupan masyarakat yang aman dan damai sebagai hal berharga yang harus dipelihara bersama. Ia berharap keharmonisan tersebut terus terjaga agar warga dapat hidup berdampingan dengan nyaman di tengah perbedaan agama dan latar belakang.

Baca juga: 

Merawat Kerukunan di Ruang Digital

Pesan kerukunan dalam dialog tersebut menemukan relevansinya di ruang digital, tempat informasi beredar dengan cepat dan dapat memengaruhi cara masyarakat memandang kelompok lain.

Melalui tema “Saring Sebelum Sharing”, generasi muda diajak membangun kebiasaan memeriksa sumber, memahami konteks, dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Tanggung jawab ini menjadi penting ketika informasi menyangkut agama, identitas kelompok, atau isu yang berpotensi memicu ketegangan sosial.

Lebih dari pertukaran gagasan, dialog lintas agama juga membuka ruang perjumpaan antarpemuda dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta menumbuhkan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

ABI: Dialog Mempererat Hubungan Antarormas

Ketua DPD ABI Kota Pasuruan, Ahmad Assegaf, menyambut positif penyelenggaraan dialog lintas agama tersebut. Ia memandang forum semacam ini bukan hanya sebagai sarana mempererat silaturahmi antarpemuda, melainkan juga sebagai perekat hubungan antarorganisasi kemasyarakatan lintas agama.

“Dengan diadakannya acara dialog pemuda lintas agama sangat positif karena selain silaturahmi antar pemuda juga menjadi perekat antarormas lintas agama untuk menciptakan kerukunan, khususnya di Kota Pasuruan dan Jawa Timur secara umum,” ujar Ahmad Assegaf.

Ia berharap semangat dialog dan kebersamaan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui cara masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi di ruang digital.

Di tengah keberagaman, kerukunan tumbuh bukan karena perbedaan dihilangkan, melainkan karena setiap pihak bersedia saling mengenal, menghormati, dan menjaga ruang bersama. []

Baca juga: Muslimah ABI Kota Pasuruan Ajak Siswa SLBN 1 Teladani Sayyidah Zainab