Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Aksi Hari Al-Quds di Balikpapan: Ratusan Warga Serukan Kemerdekaan Palestina dan Bakar Patung Baal

Published

on

Balikpapan, 15 Maret 2026 — Asap pembakaran patung Baal dan patung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengepul di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan saat ratusan warga menggelar aksi Hari Al-Quds, Jumat (13/3/2026). Massa juga membakar bendera Amerika Serikat dan Israel sebagai simbol protes terhadap kebijakan yang merugikan rakyat Palestina.

Ratusan peserta aksi merupakan gabungan masyarakat Balikpapan, komunitas Balikpapan Peduli Palestina (BPP), serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Sepanjang perjalanan menuju lokasi aksi, massa meneriakkan yel-yel perjuangan, takbir, serta seruan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama turut hadir menyampaikan orasi, di antaranya Sayyid Muhammad Bilfagih, Ustadz Ir. H. Nurdin Ismail, serta Ahmad Rosyidi yang menjabat sebagai Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Balikpapan sekaligus Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Balikpapan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan petisi yang berisi dukungan terhadap bangsa Iran serta dukungan bagi kemerdekaan Palestina, sekaligus penolakan terhadap agresi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Menjelang akhir kegiatan, Anggota DPRD Kota Balikpapan Japar Sidik S.E dari Fraksi PKS turut hadir dan bergabung bersama massa aksi. Ia juga menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan yang disuarakan peserta aksi.

Sebagai bentuk aksi simbolis, massa membakar patung Baal dan patung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta membakar bendera Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dinilai merugikan rakyat Palestina.

Dari pihak Balikpapan Peduli Palestina, orasi disampaikan oleh Alamsyah yang bertindak sebagai koordinator lapangan aksi. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina merupakan simbol perlawanan global terhadap penjajahan.

“Ketika banyak negara memilih diam atau hanya berbicara di forum diplomatik tanpa tindakan nyata, Iran justru berdiri di garis depan membela Palestina. Ini adalah sikap keberanian yang harus diakui oleh dunia,” ujar Alamsyah di hadapan massa aksi.

Ia juga menyoroti sosok Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang dinilai konsisten menyerukan perlawanan terhadap Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Selama penjajahan masih terjadi di tanah Palestina, selama itu pula suara perlawanan tidak akan pernah padam. Kita berdiri di sini bukan hanya sebagai warga Balikpapan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat dunia yang menolak penjajahan,” katanya.

Orasi kemudian dilanjutkan oleh Makhtum dari BPP yang menegaskan bahwa Aksi Al-Quds merupakan bagian dari gerakan solidaritas global untuk menentang penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dan meminta pemerintah mengevaluasi bahkan keluar dari keanggotaan tersebut apabila tidak benar-benar berpihak pada kemerdekaan Palestina.

“Konstitusi kita dengan jelas mengatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Maka tidak ada alasan bagi Indonesia untuk berada dalam struktur internasional yang tidak tegas menentang penjajahan Zionis Israel,” tegasnya.

Menurut Makhtum, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari amanat sejarah bangsa Indonesia.

“Palestina adalah simbol perjuangan melawan penjajahan. Selama Palestina belum merdeka, selama itu pula kita harus terus bersuara dan berdiri bersama rakyat Palestina,” ujarnya.

Orasi tersebut disambut takbir dan sorakan dukungan dari massa yang memadati lokasi aksi.

Sepanjang kegiatan, peserta terus mengumandangkan yel-yel kemerdekaan Palestina, dukungan terhadap Iran, serta kecaman terhadap agresi Israel dan Amerika Serikat. Massa juga mengibarkan bendera Indonesia, Palestina, dan Iran sebagai simbol solidaritas.

Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Doni Wardhana, yang kemudian dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz Syauqi. Doa tersebut dipanjatkan sebagai harapan agar perjuangan rakyat Palestina segera mencapai kemerdekaan dan keadilan.[]

Continue Reading