Internasional
Teheran Siapkan “Kejutan Besar” untuk AS dan Israel
Ahlulbait Indonesia | 5 April 2026 — Seorang pejabat tinggi keamanan-politik Iran menyebut Teheran telah menyiapkan “kejutan besar” bagi Amerika Serikat dan Israel, setelah serangan militer kedua negara terhadap Iran gagal mencapai tujuan.
Dalam pernyataannya kepada Al Mayadeen pada Minggu (5/4/2026), pejabat tersebut menegaskan Iran tetap melanjutkan rencana strategis serta daftar target militernya. “Iran terus melangkah maju dengan rencana dan bank targetnya,” kata sumber tersebut, seraya menekankan hasil operasi terbaru lawan tidak mengubah kalkulasi Teheran.
Menurut sumber itu, dampak dari langkah Iran akan segera terlihat. “Cukup tunggu sebentar, mereka akan menyaksikan kejutan yang kami siapkan,” ujarnya.
Pejabat tersebut juga menilai tindakan militer di wilayah selatan Iran justru akan mengubah situasi lapangan untuk menguntungkan Teheran. Dalam konflik yang disebutnya sebagai perang tidak seimbang, Iran mengklaim telah mempelajari cara melelahkan lawan secara bertahap dan sistematis.
Lebih jauh, sumber itu menyebut Amerika Serikat gagal menjalankan strategi yang dibangun di atas konsep serangan cepat, bersih, dan mudah. Menurut dia, istilah target “dinamis” yang digunakan Washington tidak memiliki makna militer yang jelas dan mencerminkan lemahnya akurasi penentuan sasaran.
Pejabat Iran tersebut juga menuding Donald Trump berupaya menutupi kelemahan dan kegagalan operasi militer Amerika melalui panggung media. Trump, kata sumber itu, bahkan mengangkat sasaran seperti jembatan sebagai target vital, langkah yang dinilai “mengundang sindiran.”
Sebelumnya, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya menilai ancaman Trump terhadap infrastruktur Iran mencerminkan kebingungan dan keputusasaan. Dalam pernyataan terpisah, pihak militer Iran menegaskan angkatan bersenjata tidak akan ragu mempertahankan hak rakyat serta melindungi aset nasional.
Iran juga memperingatkan setiap serangan akan dijawab secara tegas melalui serangan terhadap infrastruktur yang digunakan militer Amerika dan Israel. Respons tersebut, menurut pernyataan resmi, akan dilakukan tanpa batasan dan disertai serangan berkelanjutan yang menghancurkan.
Pihak militer Iran menambahkan langkah yang diumumkan sejak awal “perang yang dipaksakan” telah dijalankan di lapangan. Teheran juga memperingatkan eskalasi lanjutan akan membuka situasi yang jauh lebih berbahaya bagi pihak penyerang. []
