Internasional
Seminari Keagamaan Sunni Serukan Fatwa Global Lawan Terorisme AS–Israel terhadap Iran
Ahlulbait Indonesia | 19 Maret 2026 — Sejumlah ulama Sunni Iran menyerukan penerbitan fatwa global untuk melawan agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menyusul syahidnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel di Teheran.
Seruan disampaikan Sekretariat Seminari Keagamaan Sunni Iran pada Kamis (19/3/2026), ditujukan kepada pusat-pusat Islam berpengaruh dunia, termasuk Universitas Al-Azhar Mesir, Majelis Ulama Muslim Dunia, serta Yayasan Yurisprudensi Islam.
Mengutip laporan Press TV, para ulama mendesak lembaga-lembaga tersebut mengambil sikap tegas dan segera mengeluarkan fatwa yang mewajibkan umat Muslim melawan agresi serta membela Iran.
Seruan juga diarahkan kepada otoritas keagamaan di Turki, Mesir, Indonesia, Malaysia, Lebanon, Irak, dan Aljazair untuk membentuk front solidaritas lintas negara.
“Serangan pengecut yang menyebabkan gugurnya pemimpin bukan hanya penghinaan terhadap Iran, tetapi juga terhadap seluruh nilai Islam dan dunia Muslim,” tulis pernyataan tersebut.
Para ulama menilai serangan itu tidak hanya menyasar kedaulatan Iran, tetapi juga menyerang martabat kolektif umat Islam. Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip dasar ajaran Islam: keadilan, perlindungan terhadap yang tertindas, serta pembelaan nilai-nilai suci.
“Kami menuntut seluruh pusat Islam global mengutuk serangan AS–Israel tanpa ragu dan mengeluarkan fatwa melawan arogansi global serta rezim Zionis,” lanjut pernyataan itu.
Dalam pandangan mereka, persatuan ulama menjadi benteng strategis menghadapi upaya sistematis yang dinilai bertujuan memecah belah dunia Islam dan mengguncang stabilitas negara-negara Muslim.
Momentum seruan dinilai sarat makna. Pernyataan dirilis pada akhir Ramadan menjelang Idul Fitri, sebuah periode yang identik dengan refleksi, konsolidasi moral, dan penguatan solidaritas umat.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan militer ke sejumlah titik strategis di Iran, termasuk fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, dan kompleks olahraga, di tengah berlangsungnya proses diplomatik.
Serangan tersebut memicu eskalasi cepat. Iran merespons dengan peluncuran rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan.
Situasi bergerak menuju fase yang lebih berbahaya: konflik terbuka dengan dimensi ideologis dan mobilisasi lintas kawasan. []
