Internasional
Pesan Idul Fitri Qalibaf: Serukan Persatuan Umat Islam, AS Disebut Korbankan Muslim demi “Israel Raya”
Ahlulbait Indonesia | 20 Maret 2026 — Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyerukan persatuan umat Islam dalam pesan Idul Fitri yang sarat peringatan geopolitik. Dia menilai Amerika Serikat sedang “mengorbankan umat Muslim” demi proyek yang disebut sebagai “Israel Raya”.
Dalam pesannya kepada umat Muslim dunia, Qalibaf menempatkan Idul Fitri sebagai momentum persaudaraan dan konsolidasi. “Kita harus menganggap Idul Fitri sebagai perayaan persaudaraan,” ujarnya, dikutip Al Mayadeen, Jumat (20/3/2026).
Dari titik itu, dia mendorong pembentukan sistem keamanan kawasan berbasis kerja sama antarnegara Islam, bukan ketergantungan pada kekuatan eksternal. Perpecahan internal, menurutnya, hanya menguntungkan pihak luar yang disebut sebagai “musuh-musuh Islam”.
Pandangan tersebut diperkuat dengan rujukan pada prinsip Al-Quran. Qalibaf menegaskan pihak yang memusuhi Islam tidak akan pernah merasa puas. “Mengikuti keinginan mereka adalah kerugian di dunia dan akhirat,” katanya.
Nada pernyataan kemudian mengeras saat menyoroti peran Amerika Serikat. “Mereka menjanjikan keamanan, tetapi yang dibawa adalah perang dan ketidakamanan,” ujarnya. Dia menambahkan, Washington pada akhirnya akan mengorbankan umat Muslim demi kepentingan Israel.
Kritik itu dikaitkan langsung dengan situasi di Gaza yang disebut sebagai contoh konkret. Qalibaf menilai Israel dan Amerika Serikat sebagai aktor utama di balik kekerasan di wilayah tersebut, sekaligus mempertanyakan posisi sejumlah negara Islam yang tetap berada dalam orbit aliansi itu.
Dalam konteks itu, dia juga menyinggung sikap sebagian pemimpin negara Muslim yang dinilai memberi dukungan, baik secara terbuka maupun terselubung. Qalibaf menyerukan kembali pada ketakwaan dan menjadikan persatuan sebagai prioritas utama.
Tekanan meningkat saat dia menyoroti sikap pasif terhadap serangan terhadap warga sipil. “Diam berarti membuka jalan bagi pembunuhan lebih lanjut terhadap orang-orang tak bersalah,” ujarnya, seraya menegaskan perlunya respons setimpal terhadap agresi.
Menurut Qalibaf, solusi terletak pada kemandirian negara-negara Islam dalam menentukan arah politik dan keamanan. Tanpa perubahan sikap, kawasan diperingatkan berisiko mengalami kondisi serupa Gaza.
Sejalan dengan itu, dia menekankan pentingnya menolak penggunaan wilayah negara Islam untuk kepentingan militer asing. Kerja sama internal antarnegara Islam disebut sebagai kunci stabilitas jangka panjang.
Menutup pesannya, Qalibaf mendorong pembentukan perjanjian keamanan dan ekonomi antarnegara Islam guna membangun tatanan regional baru. “Waktu untuk bertindak dan waktu untuk persaudaraan telah tiba,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan penghormatan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yang disebut telah mendedikasikan hidupnya bagi persatuan umat Islam, sebelum menutup dengan ucapan selamat Idul Fitri. []
