Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Parlemen Iran: Tak Ada Batasan Respons terhadap “Geng Epstein”

Published

on

Parlemen Iran peringatkan aliansi Amerika-Israel-Arab yang disebut sebagai Geng Epstein. (Foto: Al Manar)

Ahlulbait Indonesia | 28 Maret 2026 — Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa Tehran tidak lagi memiliki batasan dalam merespons pihak-pihak yang dinilai telah melanggar seluruh garis merah Iran.

Pernyataan itu disampaikan Azizi pada Jumat di Tehran, yang dilaporkan Al Manar pada Sabtu, (28/3/2026) . Ia merujuk pada apa yang disebutnya sebagai “aliansi Amerika-Israel-Arab” yang dinilai telah melampaui batas strategis Iran.

“Aliansi Amerika-Israel-Arab telah melanggar semua garis merah Iran,” ujar Azizi.

Azizi menegaskan, respons Iran kini tidak lagi terikat pada pertimbangan-pertimbangan sebelumnya terhadap“geng Epstein”.

“Iran tidak lagi memiliki batasan apa pun dalam menanggapi para penjahat dari geng Epstein,” katanya.

Menurutnya, pernyataan itu sebagai sinyal serius atas potensi eskalasi situasi.

“Ini bukan ancaman, melainkan peringatan evakuasi,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyoroti informasi menyesatkan yang beredar di pasar energi global untuk memengaruhi harga energi.

“Mereka membanjiri pasar dengan berita palsu untuk mencoba menurunkan harga energi, hingga pasar menjadi mati rasa,” kata Qalibaf dalam pidatonya pada Jumat (27/3).

Qalibaf menilai upaya tersebut pada akhirnya akan kehilangan pengaruh di pasar.

“Teruskan saja, tidak ada yang akan mempercayainya lagi. Harga sebenarnya akan terungkap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Qalibaf juga mengkritik narasi yang berkembang di ruang publik terkait kondisi pasar energi.

“Mereka membakar koran palsu ini sejak dini,” kata Qalibaf.

Pernyataan dua pejabat senior Iran itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, terutama terkait dinamika energi dan jalur strategis seperti Selat Hormuz. []