Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 dan Rusak Jet F-16 dalam Operasi Terbaru

Published

on

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas industri milik pihak yang disebut sebagai musuh di wilayah pendudukan. (Foto ilustrasi)

Ahlulbait Indonesia | 28 Maret 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas industri milik pihak yang disebut sebagai musuh di wilayah pendudukan. Dalam pernyataan resmi, Iran juga berhasil menembak jatuh drone Amerika Serikat serta merusak jet tempur F-16 dalam operasi tersebut.

Pernyataan yang disampaikan humas Korps Garda Revolusi Islam menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-85 Operasi “Janji Sejati 4” yang masih berlangsung. Serangan dilakukan oleh unit Angkatan Laut dan Angkatan Udara Garda Revolusi dengan penggunaan sistem rudal jarak menengah dan jauh serta drone serang.

“Sebagai penghormatan atas keteguhan dan persatuan bangsa, serta untuk membela martabat Iran, para pejuang melaksanakan operasi terhadap sejumlah fasilitas industri milik musuh, dan sebagian di antaranya berhasil dihancurkan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Operasi ini, menurut pernyataan resmi, juga didedikasikan untuk para pekerja industri dan korban di sektor tersebut. Target serangan disebut berada di sejumlah lokasi strategis yang dikaitkan dengan kepentingan militer dan industri pihak lawan.

Dalam operasi yang sama, Garda Revolusi menghadapi respons militer dari pihak lawan. Disebutkan, pesawat tempur dan drone dikirim untuk menyerang titik peluncuran rudal Iran.

“Pertahanan udara kami berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Amerika di atas Shiraz,” bunyi pernyataan tersebut.

Selain itu, Garda Revolusi juga menyebut sebuah jet tempur F-16 milik Amerika mengalami kerusakan berat setelah terkena tembakan di wilayah selatan Iran.

“Jet tempur tersebut terkena serangan di provinsi Fars dan hancur sebelum mencapai bandara di Arab Saudi,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut juga mengutip pengakuan dari Komando Pusat Amerika Serikat yang mengonfirmasi kerusakan signifikan pada pesawat tersebut.

Dalam bagian akhir, Garda Revolusi menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi eskalasi lebih lanjut.

“Serangan ini merupakan peringatan. Jika penargetan terhadap fasilitas industri kembali terjadi, respons berikutnya akan melampaui perkiraan,” demikian pernyataan tersebut.

Situasi di kawasan terus berkembang dengan meningkatnya ketegangan militer dan saling klaim antar pihak. Sejumlah laporan terkait operasi dan dampaknya masih menunggu verifikasi independen dari sumber internasional. []