Internasional
Djibouti Batalkan 1.400 Paspor Pejabat Somaliland Usai Pengakuan Israel
Ahlulbait Indonesia, 22 Januari 2026 — Pemerintah Djibouti mengambil langkah diplomatik keras dengan membatalkan dan membekukan sekitar 1.400 paspor milik pejabat, tetua klan, jurnalis, dan anggota parlemen Somaliland. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons langsung atas pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka.
Mengutip laporan Al Mayadeen pada Rabu, 21 Januari 2026, pembatalan dan pembekuan paspor itu disebut sebagai eskalasi diplomatik paling serius antara Djibouti dan Somaliland sejauh ini. Paspor-paspor yang dibatalkan sebelumnya diberikan kepada berbagai kalangan elite Somaliland, termasuk pejabat pemerintahan, pemimpin adat, jurnalis, dan anggota legislatif.
Langkah Djibouti tersebut merupakan bagian dari rangkaian tindakan menyusul pengakuan Israel terhadap Somaliland pada akhir Desember lalu. Pengakuan itu memicu ketegangan baru di kawasan Tanduk Afrika dan memperdalam friksi politik antara Djibouti dan otoritas Somaliland.
Baca juga : Badan Keamanan Iran Laporkan Ribuan Korban dalam Kerusuhan yang Dipimpin AS dan Israel
Sejumlah pengamat menilai keputusan Djibouti bertujuan untuk mengisolasi para pemimpin Somaliland di tingkat internasional, membatasi mobilitas diplomatik mereka, serta menekan Somaliland agar meninjau kembali hubungan dan keterlibatan diplomatiknya dengan Israel.
Pemerintah Djibouti membenarkan kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa terdapat tindakan yang dinilai sebagai penghinaan disengaja oleh tokoh-tokoh yang menjadi sasaran pembatalan paspor terhadap rakyat Djibouti dan Presiden Ismail Omar Guelleh.
Selain pembatalan paspor, Djibouti juga menutup kantor penghubung Somaliland di wilayahnya segera setelah keputusan itu diumumkan. Sebagai balasan, otoritas Somaliland dilaporkan mencabut lisensi maskapai Djibouti Airlines dan melarangnya mendarat di bandara-bandara Somaliland sejak awal Januari.
Ketegangan bilateral tidak berhenti pada persoalan perjalanan dan penerbangan. Laporan juga menyebutkan bahwa Djibouti telah membekukan rekening bank milik sejumlah pejabat Somaliland. Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi lebih lanjut, termasuk risiko ketegangan keamanan dan persoalan perbatasan antara kedua pihak. [HMP]
Baca juga : Cooper dan Al-Sharaa Bahas De-eskalasi dengan SDF serta Dukungan Pemindahan Tahanan ISIS
