Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

AS Minta Al Jolani Kirim Pasukan ke Lebanon untuk Lucuti Hizbullah, Apa Tanggapan Damaskus?

Published

on

Cooper dan Al-Sharaa Bahas De-eskalasi dengan SDF serta Dukungan Pemindahan Tahanan ISIS
Cooper dan Al-Sharaa di Suriah (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 18 Maret 2026 — Amerika Serikat mendorong Suriah untuk mengerahkan pasukan ke Lebanon timur untuk mendukung upaya pelucutan senjata Hizbullah. Namun, pimpinan transisi Suriah, Ahmed al-Sharaa atau Al Jolani, belum mengambil keputusan dengan mempertimbangkan potensi eskalasi konflik kawasan.

Laporan Reuters yang dikutip Al Mayadeen, Rabu (18/3), menyebut lima sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengonfirmasi adanya tekanan dari Washington dalam komunikasi dengan Damaskus. Opsi pengerahan pasukan disebut masih dalam tahap pertimbangan.

Salah satu sumber menyampaikan keraguan pihak Suriah. “Damaskus masih ragu memulai misi ini karena berisiko menyeret negara itu ke konflik yang lebih luas di Timur Tengah serta memicu ketegangan sektarian,” ujar sumber yang meminta identitas dirahasiakan.

Dua pejabat Suriah bersama dua sumber lain yang mengetahui diskusi tersebut menyatakan pembahasan telah berlangsung sejak tahun lalu melalui komunikasi antara pejabat Amerika Serikat dan Suriah.

Di sisi lain, Koordinasi Perlawanan Islam di Irak mengeluarkan peringatan keras kepada pimpinan Suriah. Kelompok tersebut menilai setiap langkah militer terhadap Lebanon yang sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel akan dipandang sebagai tindakan permusuhan terbuka.

“Jika terjadi pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon, langkah tersebut akan dipandang sebagai deklarasi perang terhadap poros perlawanan,” demikian pernyataan mereka.

Peringatan lanjutan menegaskan potensi eskalasi lebih jauh. “Jika kedaulatan Lebanon dilanggar, wilayah Anda akan berubah menjadi medan pertempuran terbuka,” bunyi pernyataan tersebut.

Sebelumnya, dalam pertemuan virtual yang diinisiasi Antonio Costa pada 9 Maret, Ahmed al-Sharaa menyampaikan dukungan kepada Presiden Lebanon, Joseph Aoun, terkait upaya pelucutan senjata Hizbullah.

Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya tekanan geopolitik di kawasan. Keterlibatan langsung Suriah dalam dinamika Lebanon berpotensi memperluas spektrum konflik yang selama ini sensitif dan kompleks. []