Internasional
Araghchi Kecam Keras Hinaan Netanyahu terhadap Yesus Kristus
Ahlulbait Indonesia | 20 Maret 2026 — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait Yesus Kristus. Dia menilai pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang retorika dan posisi politik Israel.
Melalui akun di Platform X pada Jumat (20/3/2026), Araghchi menyebut pernyataan Netanyahu sebagai bentuk penghinaan terhadap Yesus Kristus. Dia juga menyoroti kontradiksi antara pernyataan tersebut dan ketergantungan politik Israel pada dukungan kalangan Kristen, khususnya di Amerika Serikat.
“Penghinaan Netanyahu terhadap Yesus Kristus, terlepas dari ketergantungannya yang jelas pada dukungan kalangan Kristen di Amerika Serikat, menimbulkan pertanyaan signifikan tentang retorika dan pendiriannya,” tulis Araghchi.
Kontroversi muncul setelah Netanyahu menyampaikan pidato via rekaman video yang disiarkan televisi pada Kamis malam. Dalam rekaman itu, dia mengutip pandangan seorang sejarawan yang menyatakan bahwa “Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan”.
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan pandangan tentang realitas kekuasaan global. “Sejarah membuktikan bahwa jika seseorang cukup kuat, cukup kejam, dan cukup berpengaruh, maka kejahatan dapat mengalahkan kebaikan, dan agresi dapat mengalahkan moderasi,” ujar Netanyahu.
Dia juga menekankan pentingnya kekuatan dalam mempertahankan sistem politik. “Demokrasi, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, harus menegaskan kembali tekad mereka untuk membela diri,” katanya.
Pernyataan ini memicu respons dari Iran yang menilai narasi tersebut mengedepankan logika kekuatan di atas nilai moral dan spiritual. Sorotan Araghchi sekaligus memperlihatkan dimensi ideologis dalam ketegangan yang terus berkembang antara Iran dan Israel. []
