Tokoh
IRGC: Komandan Basij Gholam Reza Soleimani Syahid dalam Serangan AS-Israel di Teheran
Ahlulbait Indonesia | 18 Maret 2026 — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan kesyahidan Komandan Basij, Gholam Reza Soleimani, yang gugur dalam serangan di Teheran. IRGC menyebut Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan tersebut serta memperingatkan akan adanya pembalasan.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Al Mayadeen pada Rabu, (18/3/26), IRGC menyebut kesyahidan Soleimani sebagai “aksi teror” yang menargetkan salah satu figur penting dalam struktur mobilisasi militer Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
IRGC menegaskan, pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi konsekuensi. “Pasukan mobilisasi tidak akan berhenti menuntut balasan atas darah para komandan dan martir,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga menilai serangan tersebut mencerminkan sensitivitas peran Basij dalam dinamika konflik regional, terutama dalam konteks konfrontasi yang terus meningkat antara Iran dan pihak-pihak yang disebutnya sebagai lawan strategis.
Profil Singkat
Gholam Reza Soleimani lahir di Farsan pada 1964 dan bergabung dengan IRGC pada awal dekade 1980-an, tidak lama setelah pembentukan lembaga tersebut. Ia meniti karier militer melalui berbagai posisi komando di unit darat sebelum dipercaya memimpin Basij.
Penunjukan sebagai Komandan Basij dilakukan pada Juli 2019 melalui dekrit Imam Ali Khamenei. Dalam kapasitas tersebut, Soleimani berperan dalam konsolidasi jaringan mobilisasi domestik Iran, yang kemudian membuatnya masuk dalam daftar sanksi Barat pada 2021.
Menurut IRGC, Soleimani syahid pada 17 Maret 2026 dalam serangan yang menargetkan kawasan ibu kota Teheran. []
