Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Teheran: Serangan di Sekolah Minab Bukan Insiden, Melainkan Kejahatan Perang

Published

on

Seorang pria berdiri di depan SD Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, beberapa minggu setelah sekolah itu hancur akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari.
Seorang pria berdiri di depan SD Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, beberapa minggu setelah sekolah itu hancur akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari. (Foto; SNN)

Ahlulbait Indonesia, 2 Mei 2026 – Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan rudal AS-Israel ke sebuah sekolah dasar di Minab yang menewaskan 168 orang, sebagian besar anak-anak, merupakan kejahatan perang yang dilakukan secara sengaja. Teheran menolak pernyataan pejabat Amerika Serikat yang menyebut peristiwa itu sebagai insiden yang tidak diinginkan.

Melansir Press TV pada Sabtu (2/5/2026), Teheran mengecam pernyataan pemerintah AS terkait serangan ke Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, pada 28 Februari. Serangan rudal tersebut menewaskan 168 orang, yang mayoritas adalah anak-anak.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa peristiwa itu bukanlah kecelakaan atau kejadian tak sengaja. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan operasi terencana yang memenuhi unsur kejahatan perang berat.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas kesaksian Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, di hadapan Kongres pada Rabu (30/4). Dalam sidang tersebut, Hegseth menyebut serangan mematikan itu sebagai insiden yang tidak diinginkan dan mengklaim bahwa peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan.

Pada hari pertama operasi militer AS dan Israel terhadap Iran, rudal Tomahawk menghantam kompleks sekolah di Minab. Serangan itu memicu kecaman luas karena menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.

Melalui unggahan di platform X, Baghaei menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan secara sengaja. Ia menyebutnya sebagai kejahatan perang yang serius dan tidak dapat dibenarkan.

Baghaei juga menyoroti pertanyaan anggota DPR AS, Ro Khanna, mengenai biaya yang ditanggung oleh wajib pajak Amerika dalam penggunaan rudal pada serangan tersebut.

“Berapa biaya yang harus ditanggung rakyat Amerika atas keputusan menteri pertahanan mereka yang memerintahkan pembunuhan anak-anak sekolah dan para guru yang tidak bersalah?” kata Baghaei.

Ia menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sidang Dewan HAM PBB pada akhir Maret, menyebut insiden Minab sebagai bagian dari pola pelanggaran sistematis yang dilakukan tanpa akuntabilitas oleh Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Iran, serangan tersebut terjadi tanpa provokasi dan berlangsung ketika negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington terkait program nuklir damai masih berjalan.

Dalam rangkaian serangan lanjutan yang menyasar target sipil, lebih dari 3.300 orang dilaporkan tewas, termasuk anak-anak. []