Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Dari Jalanan Balikpapan, Publik Desak Kebijakan Tegas Indonesia untuk Palestina

Published

on

Balikpapan, 14 Februari 2026 — Aksi solidaritas untuk Palestina di Balikpapan tidak lagi berhenti pada ekspresi empati. Puluhan warga yang tergabung dalam komunitas Balikpapan Peduli Palestina (BPP) turun ke pusat kota, Jumat (13/2/2026), menyuarakan dorongan agar dukungan terhadap Palestina diwujudkan dalam langkah politik dan diplomasi yang lebih tegas.

Aksi berlangsung tertib dengan melibatkan beragam elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, ibu rumah tangga, hingga aktivis sosial. Peserta membawa poster dan atribut dukungan, menyampaikan aspirasi melalui orasi, pembacaan puisi, serta pernyataan sikap terbuka.

Koordinator lapangan, Alamsyah, menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen historis Indonesia terhadap perjuangan anti-penjajahan. Ia mengingatkan bahwa Palestina termasuk pihak yang lebih awal memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Dalam orasinya, Alamsyah juga mengkritisi keterlibatan Indonesia dalam BOP (Board of Peace) dan mendorong agar kebijakan luar negeri Indonesia tetap konsisten pada prinsip konstitusi: menolak penjajahan dan berpihak pada kemerdekaan bangsa-bangsa. Ia mengajak masyarakat untuk mengawal sikap negara melalui dukungan publik, penguatan diplomasi kemanusiaan, serta partisipasi aktif dalam gerakan solidaritas sipil.

Orasi berikutnya disampaikan Nuriyah, seorang ibu rumah tangga yang menyoroti dimensi kemanusiaan konflik. Ia menggambarkan kondisi anak-anak di Gaza sebagai realitas yang tidak bisa dipandang jauh dari kehidupan masyarakat Indonesia. Penyampaiannya menegaskan bahwa isu Palestina bukan semata persoalan geopolitik, tetapi juga panggilan moral yang menuntut keberpihakan.

Orator lainnya, Makhtum, menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang lahir dari perjuangan melawan penjajahan memiliki tanggung jawab historis untuk berdiri di garis solidaritas global. Ia mendorong evaluasi terhadap langkah-langkah diplomatik yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keberpihakan tegas terhadap Palestina. Makhtum juga menyerukan dukungan terhadap pihak-pihak internasional yang secara terbuka membela Palestina—sebagaimana disampaikannya dalam orasi—sebagai bagian dari upaya memperkuat tekanan global berbasis kemanusiaan dan keadilan.

Di sela rangkaian orasi, pembacaan puisi oleh Anna Rahmaniyah dan M. Rizky Anis menghadirkan refleksi tentang duka dan harapan rakyat Palestina, menegaskan bahwa solidaritas yang terbangun tidak hanya bersifat politis, tetapi juga kultural dan moral.

Menjelang penutupan, Doni Wardhana membacakan pernyataan sikap yang berisi komitmen peserta aksi untuk terus mengawal isu Palestina di ruang publik, mendorong langkah diplomasi yang lebih aktif, memperkuat bantuan kemanusiaan, serta menjaga konsistensi posisi Indonesia di berbagai forum internasional.

Aksi berlangsung aman di bawah pengawalan aparat kepolisian. Para peserta secara spontan menyalami petugas sebagai bentuk apresiasi, mencerminkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi politik secara damai.

Setelah kegiatan berakhir, peserta membubarkan diri dengan tertib sambil menjaga kebersihan area aksi. Aksi ini menandai pergeseran penting: solidaritas terhadap Palestina tidak lagi berhenti sebagai ekspresi moral, tetapi mulai diarahkan menjadi tekanan publik yang terorganisasi—menuntut konsistensi kebijakan, keberanian diplomasi, dan keberpihakan nyata pada isu kemanusiaan global. [Muhammad – HMP Kaltim]

 

Continue Reading