Internasional
Stadion Azadi dan Aula Kampus Dihantam Rudal, Iran Laporkan 50 Atlet dan Mahasiswa Gugur
Ahlulbait Indonesia | Kamis, 26 Maret 2026 — Iran melaporkan sekitar 50 mahasiswa, yang sebagian besar merupakan atlet pelajar, gugur dalam serangan yang disebut menargetkan fasilitas pendidikan dan olahraga, termasuk kompleks Stadion Azadi di Teheran.
Laporan Al Alam pada Kamis (26/3/2026) menyebut pernyataan itu disampaikan Ketua Federasi Olahraga Universitas Nasional Iran, Reza Nouri, di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak konflik terhadap sektor sipil, terutama kampus dan fasilitas olahraga.
Menurut Nouri, korban berasal dari kalangan mahasiswa yang aktif di bidang akademik sekaligus olahraga. Ia menyebut serangan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur pendidikan dan pembinaan atlet.
“Serangan tersebut tidak hanya menargetkan aula olahraga universitas, tetapi juga mempengaruhi fasilitas olahraga lainnya,” kata Nouri.
Ia menambahkan, salah satu titik yang terdampak adalah kompleks Azadi, termasuk arena dalam ruangan yang memiliki kapasitas sekitar 12.000 penonton.
“Stadion olahraga Azadi diserang secara langsung, di samping kerusakan pada aula olahraga di sejumlah universitas,” ujarnya.
Sejumlah laporan sebelumnya juga menunjukkan kompleks olahraga Azadi mengalami kerusakan signifikan akibat serangan udara di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Kompleks Azadi merupakan salah satu pusat olahraga utama Iran. Fasilitas ini mencakup stadion besar dan arena indoor yang selama ini digunakan untuk berbagai cabang olahraga nasional dan internasional.
Fasilitas Sipil Masuk Area Dampak Konflik
Serangan terhadap stadion dan fasilitas kampus menambah daftar lokasi sipil yang terdampak konflik. Selain arena olahraga, laporan sebelumnya juga mencatat kerusakan pada sejumlah bangunan pendukung di sekitar kompleks tersebut.
Di tingkat kebijakan, Iran menyatakan akan membawa isu ini ke forum internasional. Federasi Olahraga Universitas Nasional Iran telah mengirim surat kepada organisasi olahraga universitas dunia untuk meninjau keanggotaan Amerika Serikat dan Israel.
Pejabat di Kementerian Sains Iran menilai serangan terhadap mahasiswa dan fasilitas pendidikan menunjukkan pola yang, menurut mereka, menyerupai penargetan institusi sipil dalam konflik lain di kawasan. []
