Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Medvedev: Invasi Darat ke Iran Bisa Menjadi “Vietnam Baru” bagi Amerika

Published

on

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan AS terkait perang darat. (Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 28 Maret 2026 — Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan potensi invasi darat Amerika Serikat ke Iran dapat berujung seperti Perang Vietnam, dengan biaya politik dan militer yang sangat mahal bagi Washington.

Pernyataan itu disampaikan Medvedev di tengah laporan mengenai kemungkinan eskalasi lebih lanjut dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, termasuk spekulasi soal operasi darat terhadap wilayah Iran.

Menurut laporan Press TV pada Jumat (27/3/2026), Medvedev menyebut keterlibatan militer darat AS di Iran sebagai “kesalahan strategis besar” dan menilai Washington akan menanggung konsekuensi jangka panjang jika skenario tersebut benar-benar dijalankan.

“Terlibat dalam operasi darat yang terlalu jauh dari wilayah AS akan membawa konsekuensi yang hampir sama dengan Perang Vietnam, ketika Washington mengirim pasukannya ke negara asing yang berjarak ribuan mil, dan selama sepuluh tahun, gagal menemukan solusi yang bermartabat untuk keluar dari konflik,” kata Medvedev.

Medvedev juga memperingatkan setiap upaya invasi darat ke Iran dapat memicu dampak “mematikan” bagi kawasan, terutama jika konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Komentar Muncul di Tengah Laporan Eskalasi

Komentar Medvedev muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan langkah militer tambahan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Salah satu laporan yang beredar menyebut adanya pembahasan mengenai Pulau Kharg, terminal energi strategis Iran, dan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sementara itu, pejabat dan komandan Iran dalam beberapa pekan terakhir berulang kali memperingatkan konsekuensi berat jika perang bergerak ke tahap serangan darat atau meluas ke Kharg dan Selat Hormuz.

Iran Peringatkan Serangan Darat Akan Mahal

Dari pihak Iran, peringatan serupa juga disampaikan pejabat militer dan keamanan dalam beberapa hari terakhir.

Komandan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi sebelumnya menegaskan pasukan darat Iran berada dalam kondisi siaga penuh dan siap menghadapi setiap kemungkinan eskalasi. Sementara pejabat keamanan senior Iran juga telah memperingatkan serangan darat akan membawa konsekuensi berat bagi pihak penyerang.

“Pasukan Angkatan Darat Iran berdiri teguh dan kokoh di garis depan pertahanan dan mereka akan melumpuhkan musuh,” kata Jahanshahi, seperti dikutip dalam laporan yang beredar.

Di bagian lain pernyataannya, Medvedev menilai negara-negara Arab Teluk Persia telah menerima pesan dari Washington yang menyebut operasi militer AS dilakukan dalam kerangka “pertahanan diri” dan dukungan terhadap Israel.

Medvedev lalu memperingatkan konflik yang sedang berlangsung dapat membuka jalan bagi perang yang jauh lebih besar di Timur Tengah, dengan dampak jangka panjang terhadap stabilitas kawasan.

“Perang terbesar di Timur Tengah masih di depan.”

Menurut Medvedev, eskalasi semacam itu juga berpotensi mendorong negara-negara kawasan untuk mengejar penguatan pertahanan strategis mereka sendiri, termasuk di bidang nuklir. []