Internasional
Media AS Dokumentasikan Kerusakan Radar Sistem THAAD di Yordania, UEA, dan Arab Saudi
Ahlulbait Indonesia | 7 Maret 2026 — Foto satelit menunjukkan radar sistem pertahanan rudal Amerika Serikat THAAD menjadi sasaran serangan di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Kerusakan tersebut disebut mengganggu infrastruktur pertahanan dan mendorong Washington segera mengganti salah satu radar yang terdampak.
Jaringan media Amerika CNN, Jumat (6/3/2026), melaporkan citra satelit terbaru dari sejumlah pangkalan militer di Semenanjung Arab memperlihatkan lokasi radar yang terkait sistem pencegat rudal THAAD diserang di Yordania dan UEA.
Salah satu gambar yang diambil pada Senin menunjukkan sistem radar baterai THAAD Amerika di Yordania terkena serangan yang diyakini menghancurkannya pada hari-hari awal serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Analisis yang sama juga menemukan bangunan yang menampung radar serupa terkena serangan di dua lokasi di UEA, meski belum jelas apakah peralatan di dalamnya rusak.
Citra satelit memperlihatkan dua kawah sedalam sekitar 13 kaki di pasir dekat lokasi radar. Ini mengindikasikan target kemungkinan diserang lebih dari sekali. Sistem radar tersebut terdiri dari lima trailer masing-masing sepanjang sekitar 40 kaki, dan seluruh komponennya tampak hancur atau rusak berat.
Radar dan baterai THAAD itu diketahui ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti setidaknya sejak pertengahan Februari. Serangan diperkirakan terjadi pada 1 atau 2 Maret.
Citra sebelum konflik juga menunjukkan aktivitas militer Amerika yang tinggi di pangkalan tersebut. Lebih dari 50 pesawat tempur terlihat di landasan, selain pesawat nirawak dan pesawat angkut. Puluhan hanggar diperkirakan menyimpan pesawat tambahan yang tidak tampak dalam gambar.

Bukan Satu-satunya Radar yang Diserang
Laporan itu menyebut radar di Yordania kemungkinan bukan satu-satunya radar THAAD yang menjadi sasaran pada hari-hari awal perang dengan Iran.
Setidaknya tiga bangunan rusak di fasilitas militer dekat Al-Ruwais dan empat bangunan di fasilitas lain di Sadar, keduanya di UEA, antara 28 Februari hingga 1 Maret.
Peninjauan citra satelit menunjukkan kedua lokasi tersebut menampung baterai THAAD dan radar-radarnya, yang telah terlihat berada di Sadar sejak 2016 dan di Al-Ruwais sejak 2018.
Citra lain yang diambil pada 1 Maret 2026 juga menunjukkan asap dari kompleks dekat Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, lokasi pemasangan radar baterai THAAD.
Kehilangan Radar Dinilai Pukulan Besar
Pakar persenjataan sekaligus direktur perusahaan riset ARES, N. R. Jenzen-Jones, menilai radar THAAD tidak mudah diganti sehingga kehilangannya merupakan pukulan besar.
Radar AN/TPY-2, katanya, merupakan komponen inti operasional baterai THAAD. Sistem ini memungkinkan peluncuran rudal pencegat sekaligus membangun gambaran pertahanan udara terpadu dalam jaringan pertahanan. Perangkat tersebut juga dikenal sangat mahal.
Menurutnya, kehilangan radar jenis ini memiliki dampak operasional signifikan. Penggantinya kemungkinan harus dipindahkan dari lokasi lain, proses yang memerlukan waktu dan upaya besar.
Ia menambahkan, meski THAAD memiliki zona pencegatan luas, sistem ini tetap membutuhkan lapisan pertahanan tambahan, seperti Patriot, untuk menghadapi berbagai jenis ancaman sekaligus melindungi baterainya.
Kerusakan Radar Peringatan Dini
Citra satelit juga menunjukkan kerusakan pada sistem radar peringatan dini buatan Amerika Serikat yang dioperasikan Qatar di wilayah “Umm Dahal”. Analisis ini disampaikan Sam Lair, peneliti di Pusat Studi Non-Proliferasi Nuklir James Martin.
AS Bergegas Mengganti Radar
Seorang pejabat Amerika mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Amerika Serikat mempercepat penggantian radar THAAD di Yordania yang rusak akibat serangan drone.
Laporan tersebut menyebut radar mengalami kerusakan setelah serangan udara menggunakan drone yang didukung Iran. Sistem ini merupakan komponen penting pertahanan rudal berbasis darat yang dirancang untuk mencegat rudal balistik di luar atmosfer.
Berdasarkan citra satelit, analisis pengamat, dan keterangan pejabat Amerika, Iran disebut menargetkan infrastruktur pertahanan udara di berbagai wilayah kawasan sebagai respons atas serangan Amerika dan Israel, termasuk di Yordania dan UEA.
Peran Penting Radar THAAD
Radar merupakan komponen utama sistem pencegat rudal THAAD, yang digunakan untuk mendeteksi rudal balistik dan drone serta mencegatnya saat menuju target.
Menurut laporan tersebut:
1. Amerika Serikat mengoperasikan 8 baterai THAAD
2. UEA memiliki 2 baterai
3. Arab Saudi memiliki 1 baterai
Baterai di Yordania ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti, lebih dari 500 mil dari Iran.
Radar sistem ini menggunakan AN/TPY-2 mobile buatan Raytheon, dengan biaya sekitar setengah miliar dolar, menurut anggaran Badan Pertahanan Rudal AS tahun 2025. [HMP]
